PKM Peningkatan Nilai Tambah Produk Lidah Buaya di
Desa Bojongjengkol Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya
D Yadi Heryadi
1
, Betty Rofatin
2
1,2
Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Jl Siliwangi No. 24 Tasikmalaya
Email: heryadiday63@yahoo.co.id
,
DOI: http://dx.doi.org/10.15294/abdimas.v24i2.18115
Received : 20 November 2018; Accepted: 5 Agustus 2019; Published: 30 September 2020
Abstrak
Pengangguran secara umum masih menunjukkan angka tinggi, di Jawa Barat mencapai 1,79 juta orang
atau 8,72 persen dari jumlah angkatan kerja, penduduk miskin sebanyak 4,48 juta orang atau 9,57 persen.
Salah satu langkah tepat mengurangi angka pengangguran adalah mencetak Wirausahawan baru, seperti
yang tengah gencar dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satunya dengan mendorong
dan memotivasi MEP (Mitra Ekonomi Produktif) untuk meningkatkan kinerjanya melalui peningkatan nilai
tambah produk sehingga menjadi Wirausahawan yang handal dan mandiri. Pemberdayaan kelompok MEP
ini memanfaatkan Program Kemitraan Masyarakat yang digagas DRPM Ditjen Penguatan Risbang. Tujuan
kegiatan ini terdiri dari Optimalisasi dan diversifkasi Produk Olahan Lidah Buaya, Kemitraan penyediaan
bahan baku, dan Pemasaran serta Publikasi. Metode yang dilaksanakan terdiri dari Penyuluhan, FGD/Fo-
cus on Group Discussion, Pelatihan dan Pendampingan. Dilaksanakan sejak Februari 2018 di Mitra MEP
LIBUA dan Kelompok Tani Jembar II Desa Margahayu Kec. Manonjaya Kab.Tasikmalaya. Tahapan kegiatan
meliputi persiapan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi & Pelaporan. Simpulan : a) Secara umum keg-
iatan PKM telah terlaksana dengan baik dan berbagai permasalahan yang telah diidentifkasi sebelumnya
telah dapat diatasi walaupun belum optimal. Kemitraan diantara kedua mitra terjalin dengan baik dan di-
harapkan akan berlanjut untuk menciptakan sinergi dan kerjasama yang saling menguntungkan; b) Kegia-
tan PKM telah dapat meningkatkan daya saing, meningkatkan penerapan IPTEK di masyarakat khususnya
pada mitra dan telah dapat meningkatkan perbaikan tata nilai masyarakat.
Kata kunci : Program Kemitraan Masyarakat (PKM); Lidah Buaya; Mitra Ekonomi Produktif (MEP); Daya Saing
© 2020 Universitas Negeri Semarang. All rights reserved
p-ISSN: 1410-2765; e-ISSN: 2503-1252
PENDAHULUAN
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat
tahun 2016 tumbuh 5,67 persen dibanding
tahun 2015 sebesar 5,04 persen. Sedangkan
angka pengangguran di Jawa Barat mencapai
1,79 juta orang atau 8,72 persen dari jumlah
angkatan kerja, penduduk miskin sebanyak
4,48 juta orang atau 9,57 persen, dan angka
ketimpangan ekonomi dengan rasio gini 0,42
poin (BPS Provinsi Jawa Barat, 2017). Salah
satu langkah yang tepat untuk mengurangi
angka pengangguran ini adalah pencetakan
Wirausahawan baru, seperti yang tengah
gencar dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi
Jawa Barat.
Salah satu upaya pencetakan
Wirausahawan baru dapat dilakukan dengan
mendorong dan memotivasi MEP (Mitra
Ekonomi Produktif) untuk meningkatkan
kinerjanya melalui peningkatan nilai tambah
produknya sehingga menjadi Wirausahawan
yang handal dan mandiri. MEP (Mitra Ekonomi
Produktif) adalah kegiatan ekonomi kelompok
masyarakat, rumah tangga dan atau Kelompok
Usaha Ekonomi/Poktan/ Gapoktan/Koperasi/
Koperasi Tani/KUD untuk meningkatkan
pendapatan, menciptakan lapangan kerja
dan ketahanan pangan masyarakat berbasis
sumberdaya lokal yang diajak bermitra melalui
kegiatan pemberdayaan dalam kegiatan PKM
ini. Untuk pemberdayaan kelompok MEP ini
dilakukan dengan memanfaatkan Program
Kemitraan Masyarakat yang digagas DRPM
Ditjen Penguatan Risbang.
MEP LIBUA adalah mitra pertama
kegiatan PKM berlokasi di Desa Bojongjengkol
ABDIMAS 24 (2) (2020): 90-95
ABDIMAS
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/abdimas/