Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS) Vol 4, No 2, November 2022, Hal 716724 ISSN 2685-869X (media online) DOI 10.47065/ekuitas.v4i2.2506 Copyright © 2022 Wili Chandra, Page 716 This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License EPIC MODEL: Pengukuran Efektifitas Komukasi Pemasaran Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Medan pada masa New Normal Wili Chandra 1,* , Dewi Anggraini 1 , Fauzi Akbar Maulana Hutabarat 2 1 Program Studi Manajemen Pemasaran, Politeknik Cendana, Medan Jl. Williem Iskandar No.261, Sidorejo Hilir, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia 2 Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional, Politeknik Cendana, Medan Jl. Williem Iskandar No.261, Sidorejo Hilir, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia Email: 1,* wilichandra.cendana@gmail.com, 2 dewifar.27@gmail.com, 3 famhutabarat@gmail.com Email Penulis Korespondensi: wilichandra.cendana@gmail.com Submitted: 08/11/2022; Accepted: 29/11/2022; Published: 29/11/2022 AbstrakUMKM adalah penyumbang PDB terbesar di Indonesia tetapi masih terkendala dan kesulitan menentukan media promosi yang efektif terutama pasa masa New Normal pada sekarang ini agar dapat bertanhan dan menambah pendapatan dari hari ke hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari iklan online UMKM di Kota Medan yang ditampilkan di media sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak UMKM di Kota Medan untuk mengevaluasi iklan tersebut secara optimal sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari 100 orang sampel yang merupakan warga Kota Medan dan merupakan pengguna media sosial yang pernah melihat iklan UMKM di media sosial. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode EPIC yang diperkenalkan oleh perusahaan The Nielsen Company. Dimana variabelnya adalah empathy (empati), persuasion (persuasi), impact (dampak), dan communication (komunikasi). Hasil analisis EPIC untuk masing-masing variabel adalah empathy = 3,715, persuasion = 3,855, impact = 3,7125, dan communication = 3,9025. Dari empat variabel yang diteliti, jika dimasukkan ke dalam skala efektivitas maka keempat hasil analisis dari variabel tersebut secara parsial berada di rentang “efektif”. Nilai EPIC rate yang merupakan nilai rata-rata dari keempat variabel berada di angka 3,79625. Nilai ini berada dalam rentang “efektif” pada rentang skala efektivitas. Kata Kunci: EPIC Model; UMKM; Sosial Media AbstractMSMEs are the largest contributor to GDP in Indonesia but are still constrained and have difficulty determining effective promotional media, especially during the current New Normal period so that they can survive and increase income from day by day. This study aims to determine the effectiveness of MSME online advertisements in Medan City which are displayed on social media. The results of this study are expected to be useful for MSMEs in Medan City to provide advertisements for these parties optimally so that they get the expected results. The data used in this study were obtained from 100 samples who are residents of Medan City and are social media users who have seen MSME advertisements on social media. The data analysis technique used is the EPIC method introduced by The Nielsen Company. Where the variables are empathy (empathy), persuasion (persuasion), impact (impact), and communication (communication). The results of the EPIC analysis for each variable were empathy = 3.715, persuasion = 3.855, impact = 3.7125, and communication = 3.9025. Of the four variables studied, if included in the effectiveness scale, the four results of the analysis of these variables are partially in the "effective" range. The EPIC rate value which is the average value of the four variables is at 3.79625. This value is in the “effective” range on the effectiveness scale range. Keywords: EPIC Model; MSMEs; Social Media 1. PENDAHULUAN Pada awal tahun 2020 Covid-19, virus yang masuk dan menyebar ke indonesia ini mengharuskan pemerintah indonesia menetapkan status bencana nasional. Hal ini tentunya berdampak pada keadaan ekonomi masyarakat Indonesia. Banyak sektor yang terdampak, salah satunya adalah sektor perdagangan yaitu Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memberi kontribusi besar dalam perekonomian nasional. Kontribusi sektor UMKM sangat diharapkan guna menciptakan lapangan kerjaan dan pertumbuhan ekonomi, karena UMKM dirasasangat fleksibel dan dengan mudah dapat beradaptasi dengan perubahan pola permintaan pasar (Ernestivita and Subagyo, 2020). Krisis ekonomi, terutama yang menyertai pandemi baru-baru ini, tampaknya memiliki dampak jangka panjang pada pengeluaran pelanggan berpenghasilan rendah. Selama masa-masa sulit, terjadi lonjakan pembeli diskon. Pelanggan mencoba produk dasar dengan harga rendah untuk menghemat uang. Mereka menemukan bahwa kualitasnya dapat diterima dan telah terbiasa dengan itu (Kotler, Kartajaya and Setiawan, 2021). Businesses would never be the same again. Industries that used to rely heavily on physical interactions were forced to rethink their strategies. (Kotler, Kartajaya and Setiawan, 2021). Bisnis tidak akan pernah sama lagi. Industri yang dulu sangat bergantung pada interaksi fisik dipaksa untuk memikirkan kembali strategi mereka. Pandemi Covid, mengharuskan pelaku UMKM menyediakan strategi pemasaran yang kreatif untuk mendatangkan pelanggan dan menigkatkan pendapatan selama masa New Normal, salah satunya dengan melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial atau social media marketing. Dalam prosesnya tentu tidak semua strategi pemasaran yang dilakukan oleh UMKM, karena terdapat keterbatasan tetapi dengan Sosial Media dapat mempermudah menjangkau pelanggan- penggan baru. Sosial media belakangan ini menjadi sarana yg paling banyak digunkan oleh pelaku usaha dalam menyampaikan komunikasi pemasaran. Menurut Wind dan Todi, terdapat empat alasan media sosial dijadikan sebagai advertising tools berdasarkan: Cost Efficiency, Large Reach, Targeted Adverstising, dan Time Spent Online. Efektivitas iklan di media sosial juga mempertimbangkan dan memanfaatkan keempat alasan tersebut (Amira and