36 PENGARUH TEKANAN PADA STASIUN SCREW PRESS PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT TERHADAP KEHILANGAN MINYAK DALAM AMPAS PRESS THE EFFECT OF PRESSURE IN THE SCREW PRESS STATION OF PALM OIL PROCESSING FACTORY ON LOSS OF OIL IN AMPAS PRESS Oksya Hikmawan 1) , Marisa Naufa 2) , Endang Arvina Tarigan 1) 1) Program Studi Agribisnis Kelapa Sawit Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan, 2) Balai Riset dan Standardisasi Industri Medan Jl. Menteng VII, Medan, 20228, Indonesia e-mail: oksya1110@gmail.com ABSTRAK Pada pabrik kelapa sawit, umumnya digunakan screw press sebagai alat pengempaan untuk memisahkan minyak dari daging buah. Salah satu hal yang dapat mengurangi produktivitas pengolahan kelapa sawit adalah kehilangan minyak (losses) yang terikut dalam ampas press adalah tekanan pada screw press yang kurang optimal, sehingga proses pengempaan ampas press tidak maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tekanan screw press terhadap kehilangan minyak dalam ampas press, pengaruh tekanan terhadap kadar biji pecah dan untuk mengetahui tekanan screw press yang paling sesuai digunakan agar dapat memenuhi standart mutu kehilangan minyak dan jumlah biji pecah dalam ampas press. Metode penelitian yang dipakai yaitu melakukan pengamatan pada variasi tekanan screw press terhadap ampas press terhadap kadar kehilangan minyak dan jumlah biji pecah pada ampas press dengan metode ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh tekanan screw press terhadap kadar kehilangan minyak dan jumlah biji pecah dalam ampas press. Dari hasil penelitian didapat tekanan screw press yang paling tepat digunakan sesuai standart mutu adalah pada tekanan 39 bar dengan kehilangan minyak pada ampas press sebesar 3,64%, serta persen jumlah biji pecah sebesar 7,8 %. Kata kunci : screw press, tekanan, kehilangan minyak, ekstraksi ABSTRACT In palm oil mills, screw press is generally used as a pressing tool to separate oil from fruit flesh. One of the things that can reduce the productivity of palm oil processing is the loss of oil that is included in the pulp press is the pressure on the screw press which is less than optimal, so that the process of pressing the pulp press is not optimal. The purpose of this study was to determine the effect of screw press pressure on oil loss in the pulp press, the effect of pressure on the rate of broken seeds and to find out the most appropriate screw press pressure used to meet the quality standards of oil loss and the number of broken seeds in the pulp press. The research method used is to observe variations in the pressure of the screw press on the pulp press on the level of oil loss and the number of broken seeds on the pulp press by extraction method. The results showed that there was an effect of screw press pressure on the level of oil loss and the number of broken seeds in the pulp press. From the research results obtained the most appropriate screw press pressure according to quality standards is the pressure of 39 bar with losses on the pulp press of 3.64% and the level of the number of broken seeds of 7.8 %. Keywords : screw press, pressure, oil loss, extraction PENDAHULUAN Pabrik Kelapa Sawit (PKS) merupakan pabrik yang mengolah kelapa sawit dengan metode dan aturan tertentu hingga menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO). Crude Palm Oil (CPO) merupakan hasil olahan daging buah kelapa sawit melalui proses perebusan Tandan Buah Segar (TBS), perontokan, dan pengepresan. CPO ini diperoleh dari bagian mesokarp buah kelapa sawit yang telah mengalami beberapa proses, yaitu sterilisasi, pengepresan, dan klarifikasi. Crude Oil ini merupakan produk level pertama yang dapat memberikan nilai tambah sekitar 30% dari nilai jual tandan buah segar. Dalam proses pengolahan tersebut, perusahaan selalu berupaya untuk mengoptimalkan jumlah rendemen CPO dan PKO. Salah satu sistem manajemen yang diterapkan untuk mendapatkan jumlah rendemen yang optimal adalah menekan terjadinya kehilangan minyak (oil losses)