PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 1, Nomor 6, September 2015 ISSN: 2407-8050 Halaman: 1425-1432 DOI: 10.13057/psnmbi/m010628 Pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat oleh masyarakat sekitar Cagar Alam Gunung Simpang, Jawa Barat Utilization of medicinal plants by people around Gunung Simpang Nature Reserve, West Java AISYAH HANDAYANI 1,2 1 Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, IPB, Kampus Fahutan IPB Darmaga, Kotak Pos 168, Bogor 16001 2 UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), PO Box 19, Sindanglaya, Cianjur 43253, Jawa Barat. Tel.: +62-263-512233, 520448; Fax.: +62-263-512233. email: aisyahandayani88@gmail.com Manuskrip diterima: 13 Mei 2015. Revisi disetujui: 2 Juli 2015. Abstrak. Handayani A. 2015. Pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat oleh masyarakat sekitar Cagar Alam Gunung Simpang, Jawa Barat. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1: 1425-1432. Cagar Alam Gunung Simpang merupakan salah satu kawasan konservasi yang ada di Jawa Barat. Untuk mengetahui informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai obat oleh masyarakat di kawasan ini, telah dilakukan penggalian terhadap pengetahuan yang ada di masyarakat sekitarnya. Penelitian dilakukan selama satu bulan pada Februari tahun 2010 di Dusun Miduana, Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pengumpulan informasi dilakukan dengan metode wawancara terhadap 30 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 74 jenis tumbuhan yang termasuk dalam 40 suku biasa digunakan untuk pengobatan. Di antara jenis-jenis tersebut Staurogyne elongata merupakan jenis yang paling berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan obat. Kata kunci: CA Gunung Simpang, tumbuhan obat, Staurogyne elongata Abstract. Handayani A. 2015. Utilization of medicinal plants by people around Gunung Simpang Nature Reserve, West Java, Jawa Barat. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1: 1425-1432. Gunung Simpang Nature Reserve is one of the conservation areas in West Java. Information on the use of plants as medicine by surrounding people needs to be collected. The study was conducted in February 2010, in Miduana hamlet, Balegede Village, Naringgul District, Cianjur, West Java, to assess the diversity of medicinal plant species used by the people in this area. The information was collected through interviews with 30 respondents. The results showed there were 74 species of plants from 40 families that commonly used for treatment. Among these species Staurogyne elongata was the most potential plant as a drug. Keyword: Gunung Simpang Nature Reserve, medicinal plant, Staurogyne elongata PENDAHULUAN Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat sudah sejak lama dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Dengan keanekaragaman etnis yang ada, maka pemanfaatan sebagai obat juga semakin beraneka ragam (Zuhud 2011). Akan tetapi jumlah jenis tumbuhan berkhasiat obat yang ada di Indonesia sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sehingga diperlukan pendokumentasian secara menyeluruh terhadap penggunaan tumbuhan sebagai bahan baku pengobatan (Hidayat dan Hardiansyah 2012). Indonesia memiliki banyak etnis yang menyimpan sejumlah pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai obat. Sebagai contoh, Suku Melayu Tradisional yang ada di sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Riau memanfaatkan 138 jenis tumbuhan sebagai obat (Fakhrozi 2009). Suku Dayak Tunjung di Kalimantan Timur memanfaatkan 47 jenis tumbuhan sebagai obat (Setyowati 2010). Kemudian pada Masyarakat Adat Suku Moronene di Taman Nasional Rawa Aopawatumohai, Sulawesi Tenggara memanfaatkan 65 jenis sebagai bahan obat (Setiawan dan Qiptiyah 2014). Cagar Alam Gunung Simpang merupakan kawasan konservasi yang terletak di dua kabupaten yaitu Bandung dan Cianjur, Jawa Barat. Salah satu potensi alam yang ada di cagar alam ini adalah memiliki jenis anggrek terestrial dan epifit yang melimpah (Puspaningtyas 2005). Kehidupan masyarakat di sekitarnya masih tradisional, sehingga kegiatan pemanfaatan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari masih tinggi. Kegiatan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat sekitar Cagar Alam Gunung Simpang, terutama sebagai bahan pengobatan perlu digali untuk menambah informasi jenis tumbuhan apa saja yang bermanfaat obat. Kecenderungan pengobatan dengan menggunakan bahan baku dari alam atau pengobatan herbalsedang berkembang. Banyak perusahaan farmasi berlomba-lomba mencari bahan baku pengobatan yang berasal dari tumbuhan yang memiliki khasiat untuk pengobatan (Superani et al. 2008). Melalui penelitian ini diharapkan dapat menemukan jenis tumbuhan yang memiliki potensi bahan baku obat yang dapat dikembangkan.