158 | Handayasari et al. Karakteristik kimia makanan tradisional kecimpring Karakteristik Kimia Makanan Tradisional Kecimpring Dengan Fortifikasi Ikan Lele dan Pegagan (Centella asiatica) Chemical Characteristics of Kecimpring Traditional Food with Fortification of Catfish and Centella asiatica Faridah Handayasari 1a , Intan Kusumaningrum 1 , Dede Juanda 1 , Shadiah Nurrohmah 1 1 Program Studi Teknologi Pangan dan Gizi Fakultas Teknik dan Ilmu Pangan Halal Universitas Djuanda Bogor, Jl. Tol Ciawi No.1, Kode Pos 35 Ciawi, Bogor 16720 a Korespondensi : Faridah Handayasari, E-mail: faridah.handayasari@unida.ac.id Diterima: 23 – 03 – 2023, Disetujui: 31 – 08 - 2023 ABSTRACT One of the nutritional issues faced by part of the Indonesian population is the inadequate intake of protein in their diets. To address this concern, innovation is necessary, particularly in the form of incorporating protein-rich ingredients into traditional foods. A beloved traditional dish in West Java is "kecimpring," which is rich in carbohydrates but deficient in protein. Hence, this study aimed to synthesize and chemically analyze fortified kecimpring by incorporating catfish (10%) and pegagan also known as gotu kola, (Centella asiatica) (5%). The chemical analyses encompassed the determination of the amount of moisture, ash content, protein composition, amount of fat, crude fiber content, as well as amount of energy in fortified and non-fortified kecimpring. Carbohydrate content analysis employed the carbohydrate-by-difference calculation method. The findings revealed a significant increase in protein content in fortified kecimpring, rising from 1.75% to 5.27%, effectively addressing the protein deficiency issue. Conversely, the addition of catfish and pegagan did not induce significant changes in fat, carbohydrate, crude fiber, and energy content in fortified kecimpring. Therefore, this study highlights the viability of utilizing catfish fortification in kecimpring to enhance protein content in traditional food. Keywords: catfish and centella fortification, chemical characterization, kecimpring ABSTRAK Salah satu permasalahan gizi yang dihadapi oleh sebagian masyarakat Indonesia adalah kurangnya asupan protein dalam makanan sehingga diperlukan inovasi berupa penambahan bahan pangan protein dalam makanan, terutama makanan tradisional. Dari berbagai makanan tradisional yang digemari di Jawa Barat, Kecimpring merupakan salah satu jajanan yang kaya akan kandungan karbohidrat namum minim kandungan protein sehingga dalam penelitian ini kami melakukan sintesis dan uji kimia terhadap kecimpring yang terfortifikasi ikan lele (10%) dan pegagan (Centella asiatica) (5%). Uji kimia yang dilakukan mencakup persentase kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, dan energi pada kecimpring yang difortifikasi dan tidak difortifikasi sedangkan analisis kandungan karbohidrat dilakukan menggunakan perhitungan carbohydrate by difference. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa fortifikasi kecimpring dengan ikan lele dan pegagan secara nyata meningkatkan kandungan protein kecimpring terfortifikasi dari 1,75% menjadi 5,27%. Disisi lain, penambahan ikan lele dan pegagan tidak mengubah secara signifikan kandungan kadar lemak, karbohidrat, serat kasar, dan kandungan energi dari kecimpring terfortifikasi. Hasil ini menunjukkan bahwa fortifikasi kecimpring menggunakan daging ikan lele dapat digunakan sebagai penambah protein pada makanan tradisional. Keywords: kecimpring, ikan lele, pegagan, karakterisasi kimia Handayasari, F., Kusumaningrum, I., Juanda, D., & Nurrohmah, S. (2023). Karakteristik Kimia dari Makanan Tradisional Kecimpring Dengan Fortifikasi Ikan Lele dan Pegagan (Centella asiatica). Jurnal Agroindustri Halal, 9(2), 158 – 166.