39 EDUCATIONIST No. I Vol. I Januari 2007 ISSN : 1907 - 8838 KOMPETENSI DAN ASPEK ETIK PROFESIONAL KONSELOR MASA DEPAN Kompetensi dan Aspek Etik Profesional Konselor Masa Depan Uman Suherman AS. Perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat, kemajuan teknologi yang tiada henti, dan pengembangan seni serta aspirasi budaya yang senantiasa menggejolak, memberi- kan peluang bagi profesi konselor untuk secara berkelan- jutan berkembang dan memperlihatkan kinerja yang lebih baik. Peluang lain adalah kesegaran pemikiran reformasi di segala bidang dewasa ini, termasuk paradigma baru visi dan misi konseling yang ditunjang dengan keajegan pilar organisasi profesi dan perundang-undangan yang sema- kin jelas sangat membuka peluang bagi profesi konselor untuk selalu meningkatkan kualitasnya secara berkelanju- tan dan berkembang selaras dengan kemampuan profesi, dan kebutuhan, tuntutan serta harapan-harapan lingkun- gan. Dengan dicantumkannya konselor sebagai salah satu tenaga pendidik pada Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SIS- DIKNAS) Pasal 1 ayat 13, merupakan salah satu indika- tor bahwa konselor sebagai salah satu profesi kiprahnya mulai diterima masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, tonggak yang bersejarah ini harus dimanfaatkan dan dijadikan landasan kuat dalam melakukan evaluasi diri sebagai bagian dari upaya membangun profesi yang pro- fesional. Peluang dan Tantangan Abad Komunikasi dan Teknologi Informasi Abad 21 sering dikatakan sebagai era globalisasi. Dekade ini memberikan nilai-nilai dan dampak baru bagi tatanan kehidupan manusia pada umunnya. Demikian pula dalam kehidupan kebudayaan terjadi perubahan citra dengan adanya kebudayaan global yang mendesak dan menggoyang sendi-sendi budaya lokal. Ditopang dengan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cang- gih, umat manusia benar-benar menjadi satu. Nampaknya tidak ada lagi sudut-sudut wilayah bumi yang tersekat dan terisolasi berkat kemajuan teknologi informasi dan kemu- nikasi itu. Kini umat manusia bukan lagi berbicara jarak antara suatu negara dengan negara lainnya yang dihitung dalam satuan hari atau jam melainkan dalam hitungan de- tik karena cybernet dan cybernation (Kartadinata, 2002). Dengan keadaan dunia tanpa batas, perdagangan bebas, dan dunia yang terbuka mendorong manusia untuk lebih saling mengenal satu sama lain, lebih saling menge- nal kemampuan suatu bangsa, mengetahui kekayaan dan kebudayaan bangsa lain, maka dengan sendirinya manu- sia semakin memperoleh pengetahuan yang lebih banyak dan luas. Berdasarkan peluang dan tantangan tersebut di atas, globalisasi membawa nilai-nilai baru yang perlu diterjemahkan oleh semua pihak, termasuk konselor agar ABSTRACT Professional performance orientation is inseparable from the past, current, and future development of a professional life. It is therefore not only necessary to focus on practicality and support system, but also on aspects which enable a counselor’s profession to be better than other professions. In regard to evaluation and development of counseling profession, this article is an attempt to review various factors closely related to opportunities and threats of communication and information tech- nology age; understanding of life skills and lifelong education; various needs for counseling ser- vices; developmental and ecological counseling as a demand; and counseling professionalism and de-professionalism. The review of those factors is concluded with skill and ethical implications for a counselor in order to provide a clear picture of counseling profession. Key Words: counselor, counseling, professionalism, lifelong education