159 Seminar Nasional Teknologi Informasi Dan Komunikasi (SEMNASTIK) X Palembang-Indonesia, 19 Oktober 2018 PENERAPAN BSP UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI PERGURUAN TINGGI (Studi Kasus Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang) Akhmad Arroyan Rasyid 1 , Rabin Ibnu Zainal 2 , A. Haidar Mirza 3 2,3 Program Pascasarjana Universitas Bina Darma 1 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang email: 1,2,3 arroyan_uin@radenfatah.ac.id, Rabin@binadarma.ac.id, haidarmirza@binadarma.ac.id Jl. A. Yani No. 3, Palembang 30624, Indonesia Abstr ak Pengembangan sistem informasi memerlukan perencanaan yang baik, memperhatikan kebutuhan fungsi bisnis yang ada, serta melihat aliran informasi dan data dari setiap unit organisasi sehingga sistem yang dihasilkan tertintegrasi satu sama lainnya. Sistem dibangun bukan berdasarkan kebutuhan satu unit organisasi saja melainkan secara komprehensif sehingga tidak terjadi lagi tambal sulam didalam pengembangan sistem informasi selanjutnya. Untuk menghasilkan sebuah sistem yang terintegrasi satu sama lain baik antar satu unit dengan unit yang lainnya maka diperlukan dokumentasi proses bisnis guna mengetahui proses apa saja yang dilakukan oleh enterprise. Salah satu metodologi yang dapat digunakan adalah menggunakan metodologi Business System Plan. Metodologi ini berkaitan dengan upaya mendapatkan pengetahuan dasar knowledge base proses apa saja yang harus didukung oleh sistem sehinga dapat memudahkan didalam pengembangan sistem informasi selanjutnya secara terstruktur, dan memenuhi kebutuhan fungsi bisnis organisasi secara keseluruhan. Tahapan yang dilakukan didalam metodologi ini antara lain mendefinisikan tujuan bisnis, mendefinisikan proses bisnis, mendefinisikan kelas data, mendefinisikan arsitektur informasi. Kata Kunci : Business System Plan, Integrasi Sistem Informasi, Proses Bisnis. 1 PENDAHULUAN Teknologi informasi dan komunikasi menjadi bagian penting dari kehidupan manusia modern saat ini. Teknologi informasi banyak digunakan di berbagai organisasi. Peranan teknologi informasi pada organisasi antara lain sebagai alat penghubung komunikasi atau tempat saling bertukar informasi satu devisi ke devisi yang lain, sebagai knowledge management bagi perusahaan atau organisasi yang dapat menghasilkan keunggulan kompetitif, boundary spanning membangun sistem komunikasi dua arah antara organisasi dan publik, dan meningkatkan efisiensi (promoting efficiency) (Dewett & Jones, 2001). Didunia pendidikan khususnya pada perguruan tinggi, teknologi informasi diimplementasikan dalam bentuk sistem informasi perguruan tinggi. Sistem Informasi dibangun guna memberikan pelayanan yang prima baik untuk keperluan berhubungan dengan pihak-pihak di luar lembaga pendidikan (Front Office) atau layanan yang berhubungan dengan intern lembaga pendidikan itu sendiri (Back Office) (Novianti &