PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 5, Nomor 2, Juni 2019 ISSN: 2407-8050 Halaman: 150-154 DOI: 10.13057/psnmbi/m050202 Optimasi produksi selulase dari fungi selulolitik Thielaviopsis ethacetica SLL10 yang diisolasi dari serasah daun salak (Salacca edulis) Optimization of cellulase production from cellulolytic fungi Thielaviopsis ethacetica SLL10 isolated from salak leaf litter (Salacca edulis) HANA FADHILA ROHMAH ♥ , RATNA SETYANINGSIH, ARTINI PANGASTUTI, SITI LUSI ARUM SARI Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret. Jl. Ir Sutami 36A Surakarta 57 126, Jawa Tengah, Indonesia. Tel./fax.: +62-812-5104-3121, ♥ email: hanafadhilarohmah@gmail.com Manuscript received: 26 October 2018. Revision accepted: 21 November 2018. Abstract. Rohmah H. F, Setyaningsih R, Pangastuti A, Sari S. A. 2018. Optimasi produksi selulase dari fungi selulolitik Thielaviopsis ethacetica SLL10 yang diisolasi dari serasah daun salak (Salacca edulis). Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 5: 150-154. Kebutuhan enzim di bidang industri meningkat pesat dari tahun ke tahun. Enzim selulase adalah salah satu enzim yang banyak diminati oleh berbagai bidang industri. Salah satu sumber penghasil selulase adalah fungi. Produksi enzim selulase oleh fungi membutuhkan kondisi lingkungan yang optimum. Dengan demikian diperlukan langkah optimasi untuk meningkatkan produksi enzim selulase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu inkubasi, suhu, dan pH optimum bagi Thielaviopsis ethacetica SLL10 untuk memproduksi selulase, serta mengetahui aktivitas spesifik enzim selulase pada kondisi yang optimum. Fungi T. ethacetica SLL10 ditumbuhkan dalam media agar miring Potato Dextrose Agar (PDA) dan digunakan sebagai stok biakan. Spora dipanen dari stok biakan yang berumur 5 hari dan digunakan sebagai inokulum. Inokulum yang mengandung 5,9x10 6 spora/mL diinokulasikan ke media produksi untuk mengetahui pertumbuhan fungi dan waktu inkubasi yang optimum untuk produksi enzim selulase. Inokulum juga diinokulasikan ke media produksi untuk dilakukan optimasi dengan variasi suhu dan pH saat fermentasi. Ekstrak kasar yang didapatkan dari setiap perlakuan dihitung aktivitas enzimnya sehingga diketahui waktu inkubasi, suhu, dan pH yang optimum. Aktivitas spesifik enzim dihitung setelah selulase diproduksi kembali dalam kondisi waktu inkubasi, suhu, dan pH optimum. Fungi T. ethacetica SLL 10 memproduksi enzim selulase secara maksimal pada suhu 40°C dan pH 5,5 selama 10 hari inkubasi. Aktivitas spesifik enzim selulase dari T. ethacetica SLL 10 mencapai 3,1578 U/mg dalam kondisi waktu inkubasi, suhu, dan pH yang optimum. Kata kunci: Selulase, Thielaviopsis ethacetica SLL10, optimasi produksi, daun salak Abstract. Rohmah HF, Setyaningsih R, Pangastuti A, Sari S. A. 2018. Optimization of cellulase production from cellulolytic fungi Thielaviopsis ethacetica SLL10 isolated from salak leaf litter (Salacca edulis). Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 5: 150-154. Cellulase enzyme is one of the highest demand enzyme by various industrial fields. Cellulase enzyme produced by various types of microorganisms, including fungi. The production of cellulase enzyme by fungi requires optimum conditions. Thus, an optimization step is needed to increase cellulase enzyme production. This study aimed to determine the optimum incubation time, temperature, and pH for Thielaviopsis ethacetica SLL10 to produce cellulase, and to determine the specific activity of cellulase enzymes in optimum conditions. T. ethacetica SLL10 was grown in potato dextrose agar (PDA) medium and it’s used as a culture stock. Spores were harvested from a 5- day-old culture stock and used as an inoculum. Inoculum containing 5,9x10 6 spores/mL were inoculated into production medium to determine the growth of fungi and optimum incubation time for cellulase enzyme production. Inoculum was inoculated too into the production medium for optimization in temperature and pH variation during fermentation. The crude extract obtained from each treatment was calculated for enzyme activity so that the optimum incubation time, temperature and pH were known. Enzyme-specific activity was calculated after cellulase was reproduced in conditions of optimum incubation time, temperature and pH. T. ethacetica SLL 10 produced cellulase enzyme maximally at 40°C and pH 5.5 for 10 days of incubation. The specific activity of cellulase enzyme from T. ethacetica SLL 10 reached 3,1578 U/mg under optimum conditions. Keywords: Cellulase, Thielaviopsis ethacetica SLL10, production optimization, salak leaf PENDAHULUAN Berbagai industri membutuhkan enzim spesifik untuk diaplikasikan dalam pengolahan bahan baku. Salah satu enzim yang banyak digunakan dalam bidang industri adalah enzim selulase. Sumber enzim yang paling diminati berasal dari mikroorganisme. Salah satu enzim yang banyak digunakan dalam bidang industri adalah enzim selulase (Nigam 2013). Selulase memiliki aplikasi yang luas di bidang industri. Selulase berperan penting dalam industri makanan, wine, pembuatan bir, industri tekstil, binatu, kertas dan industri hasil pertanian (Sher et al. 2017). Selulase juga berperan penting dalam industri pakan hewan (Suprayudi et al.