255 1 Diterima 10 Mei 2010 / Disetujui 29 Mei 2010. 2 Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peri- kanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor. DAYA DUKUNG PERAIRAN DANGKAL SEMAK DAUN, KEPULAUAN SERIBU, BAGI PENGEMBANGAN SEA RANCHING IKAN KERAPU MACAN (EPINEPHELUS FUSCOGUTTATUS) 1 (The carrying capacity of Semak Daun shallow water, Kepulauan Seribu, for sea ranching developmentation) Rahmat Kurnia 2 , Kadarwan Soewardi 2 , Mennofatria Boer 2 , dan Ismudi Muchsin 2 ABSTRAK Daya dukung perairan dangkal Semak Daun dikaji secara keseluruhan melalui pendekatan beban P dan produktivitas primer. Kajian tersebut didasarkan pada dua bagian penyusun perairan yang berbeda batimetrinya, yaitu reef flat (281,89 ha) dan goba (9,9 ha). Selain itu, daya dukung perairan juga dikaji berdasarkan kelayakannya bagi budidaya keramba jaring apung/KJA (9,9 ha), sistem sekat (2 ha), sistem kandang (40,7 ha), dan sea ranching (262 ha). Daya dukung bagi pengembangan perikanan secara total adalah 652 ton/th. Daya dukung ini bagi daerah reef flat adalah 389,52 ton/th dan bagi daerah goba 262,94 ton/th. Dilihat dari jenis aktivitas perikanannya, daya dukung perairan Semak Daun bagi pengembangan KJA sebesar 78,17 ton/th, sistem sekat daya dukungnya 2,94 ton/th, sistem kandang sebesar 59,79 ton/th, dan daya dukung bagi pengembangan sea ranching sebesar 589,32 ton/th. Sementara itu, berdasarkan daya dukung perairan bagi sea ranching maka daya dukung bagi ikan kerapu adalah 5,112 ton/th. Dengan kata lain, kepadatan optimal kerapu macan (Epinephelus fusgoguttatus) di perairan sea ranching Semak Daun adalah 0,02 ton ha -1 . Kata kunci: Epinephelus fusgoguttatus, daya dukung, sea ranching, Semak Daun ABSTRACT The carrying capacity of Semak Daun shallow water was investigated by P-loading and primery productivity approach. This study was based on the two part of the water, i.e reefflat (281,89 ha) and goba (9,9 ha). Beside that, the carrying capacity was investigated based on its capability for cage culture (9,9 ha), enclosure (2 ha), pen culture (40,7 ha), and sea ranching (262 ha). The carrying capacity for fisheries development is 652 ton/th. This carrying capacity consists of reef flat carrying capacity (389,5 ton/th) and goba carrying capacity 262,94 ton/th. In fisheries activity, carrying capacity of Semak Daun shallow water for cage culture is 78,17 ton/th, enclosure 2,94 ton/th, pen culture 59,79 ton/th, and its carrying capacity for sea ranching is 589,32 ton/th. The carrying capacity of Semak Daun shallow water for Epinephelus fusgoguttatus is 5,112 ton/th. In other word, the optimal density of Epinephelus fusgoguttatus in Semak Dun sea ranching is 0,02 ton ha -1 . Key words: carrying capacity, Epinephelus fusgoguttatus, sea ranching, Semak Daun PENDAHULUAN Di perairan Semak Daun, Kepulauan Seribu, sedang digalakkan sea farming sejak 2004. Sea farming adalah sistem pemanfaatan ekosistem perairan laut berbasis marikultur dengan tujuan untuk meningkatkan stok sumberdaya ikan (fish resources enhancement) bagi keberlanjutan perikanan tangkap dan aktivitas berbasis kelautan lainnya seperti ekowisata bahari. Sistem tersebut melibatkan aktivitas budidaya sistem tancap (pen culture), keramba jaring apung (KJA/cage culture), dan long line. Berdasarkan kajian PKSPL (2006) sea ranching di perairan Semak Daun dapat dilakukan di seluruh kawasan perairan. Sea ranching didefinisikan sebagai eksploitasi produk potensial secara ekonomi di laut dengan melepas organisme yang dibudidayakan untuk dipanen dan dijual. Perlu dibedakan antara penambahan stok (stock enhancement) dengan sea ranching. Stock enhancement merupakan pelepasan ikan yang ditujukan untuk menambah stok dalam perspektif jangka panjang sehingga terjadi peningkatan biomassa pada masa mendatang. Sedangkan sea ranching merupakan pelepasan