INFRASTRUKTUR MODEL PERUBAHAN GARIS PANTAI RERANG (KABUPATEN DONGGALA) MENGGUNAKAN GENESIS Rerang Shoreline Change Model (Donggala Regency) Using GENESIS Yassir Arafat Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako-Jalan Soekarno Hatta Km. 8 Palu 94118 Email: yassir_andi@yahoo.com Nur Hidayat Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako-Jalan Soekarno Hatta Km. 8 Palu 94118 ABSTRACT This research was conducted to determine erosion-sedimentation process, shoreline and morphology Rerang Coastal line change, Kab. Donggala. Shoreline change models based on continuitas sediment equations. Coastal line divided into a number of cells (segments). In each cell observed sediment transport in and out. In accordance with the laws of conservation of mass, total net mass flow rate within the cell are the same premises at the rate of change of mass per unit time. Shoreline change can be predicted by a mathematical model based on the proportion of beach sediment in coastal areas reviewed. Meyusun principle used in mathematical models of shoreline change and developed into a software called GENESIS. GENESIS program to apply a "one-line simulation", where the boundary between sea and land on the beach described as a vertical field. The software to simulate the coastal line change of Rerang. Keywords : shoreline chage, model, GENESIS ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses erosi-sedimentasi, dan perubahan garis pantai serta morfologi Pantai Rerang, Kab. Donggala. Model perubahan garis pantai didasarkan pada persamaan kotinuitas sediment. Pantai dibagi menjadi sejumlah sel (ruas). Pada setiap sel ditinjau angkutan sediment yang masuk dan keluar. Sesuai dengan hokum kekekalan massa, jumlah laju aliran massa netto didalam sel adalah sama denga laju perubahan massa di dalam tiap satuan waktu. Perubahan garis pantai tersebut dapat diprediksi dengan membuat model matematik yang didasarkan pada imbangan sediment pantai pada daerah pantai yang ditinjau. Prinsip tersebut digunakan dalam meyusun model matematik perubahan garis pantai dan dikembangkan menjadi sebuah perangkat lunak yang dikenal dengan nama GENESIS. Program GENESIS menerapkan “one-line simulation”, dimana batas antar laut dan darat di pantai digambarkan sebagai suatu bidang yang tegak. Perangkat lunak ini diaplikasikan untuk memodelkan perubahan garis Pantai Rerang Kabupaten Donggala Kata Kunci : perubahan garis pantai, model, GENESIS PENDAHULUN Zona pantai peranannya sangat penting bagi kehidupan manusia karena zona ini merupakan batas antara daratan dan lautan. Pantai digunakan sebagai lokasi bagi pelabuhan, tempat hidup benih ikan, akuakultur, tempat rekreasi, lokasi dari industri berat dan pembangkit dengan tenaga listrik yang memerlukan air pendingin. Batas antara daratan dan laut yang berada di zona pantai ini berpindah-pindah secara dinamik. Karakteristik pantai sangat dipengaruhi oleh gelombang, terutama gelombang yang diakibatkan oleh angin. Pantai selalu menyesuaikan bentuk profilnya sedemikian sehingga mampu menghancurkan energi gelombang yang datang. Penyesuaian bentuk tersebut merupakan tanggapan dinamis alami pantai terhadap laut. Perubahan garis pantai diakibatkan oleh interaksi gelombang secara terus menerus, angin (besar dan arahnya), pasang surut dan transport sedimen. Sehingga untuk tujuan pengamanan pantai, parameter-perameter tersebut menjadi sangat penting. Salah satu pantai yang sangat rawan akibat abrasi pantai adalah pantai Rerang di Kecamatan Damsol Kabupaten Donggala. Keadaan Pantai Rerang sudah tereros berat, sehingga garis pantai mundur dan atau sebagian daratan hilang. Dari data yang ada selain garis pantai yang sudah menjorok kedaratan akhir-akhir ini mengancam perumahan masyarakat di desa tersebut. Data kerusakan dari dampak abrasi pantai telah merusak 30 (Tiga puluh) rumah penduduk serta Jalan Poros Trans Sulawesi