https://ejournal.unhi.ac.id/index.php/dharmasmrti/issue/view/23 Volume 21 Nomor 2 Oktober 2021 ISSN: (p) 1693 - 0304 (e) 2620 - 827X 1 Proses Review 8 Agustus-10 September, Dinyatakan Lolos 15 September Abstract As one of the oldest ethnic groups in Indonesia originating from the South Sulawesi region, the Bugis tribe are said to be a highly civilized ethnic group. Its cultural values have developed even before colonialization and Islam arrived in Indonesia. However, within the philosophical values of siri’, it is found some potential causes of gender inequality and injustice. This article uses previous studies to explore how the Bugis women are considered by the siri’ traditions, rituals and cultural norms through systematic cultural processes in every phase of their lives. Keywords: buginese woman, cultural process, siri’ Abstrak Sebagai salah satu kelompok etnik tertua di Indonesia yang berasal dari wilayah Sulawesi Selatan, suku Bugis dikatakan sebagai kelompok etnik yang sangat beradab; memiliki nilai-nilai budaya mendalam yang sangat dibanggakan karena telah berkembang pesat jauh sebelum kolonialisasi dan Islam masuk ke Indonesia. Namun, dibalik peradaban suku Bugis yang sangat dibanggakan ini, terkubur berbagai nilai filosofis mendasar dalam konsep siri’ yang memiliki potensi menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan gender. Artikel ini menggunakan penelitian-penelitian terdahulu untuk menelusuri bagaimana perempuan Bugis dibentuk oleh tradisi, ritual dan norma budaya siri’ melalui proses budaya yang sistematis pada setiap fase kehidupan mereka. Kata kunci: perempuan bugis; proses budaya; siri’; posisi perempuan POSISI PEREMPUAN BUGIS DALAM TRADISI, RITUAL DAN NORMA BUDAYA SIRI’ Oleh: Andi Bini Fitriani & Mia Siscawati Program Studi Kajian Gender, Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia Jl. Salemba Raya No. 4 Jakarta Pusat, Indonesia bini.fitriani@yahoo.com& miasisca@ui.ac.id Page 1-14