Pengaruh Konflik Pekerjaan Keluarga dan Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasional Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 204 PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN KELUARGA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL Lista Meria Fakultas Ekonmi dan Bisnis Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510 lista.meria@esaunggul.ac.id Abstrak Organizational commitment is very important in encouraging an organization to achieve its goals. Organizational commitment will foster high loyalty, morale, responsibility and a sense of belonging to the organization of its employees. Many factors that influence organizational commitment include job satisfaction and family work conflicts. The purpose of this study was to determine the effect of family work conflict and job satisfaction on organizational commitment. This research was conducted on 112 employees at PT. Dijado by using the Structural Equation Modeling method. The results showed that high family work conflicts would reduce organizational commitment while high job satisfaction would increase organizational commitment. Keywords: family work conflict, job satisfaction, organizational commitment Abstrak Komitmen organisasional sangat penting dalam mendorong suatu organisasi mencapai tujuannya. Komitmen organisasional akan menumbuhkan loyalitas tinggi, semangat kerja, tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap organisasi dari karyawannya. Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen organisasional antara lain kepuasan kerja dan konflik pekerjaan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konflik pekerjaan keluarga dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional. Penelitian ini dilakukan kepada 112 karyawan di PT. Dijado. dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik pekerjaan keluarga yang tinggi akan menurunkan komitmen organisasional sedangkan kepuasan kerja yang tinggi akan meningkatkan komitmen organisasional. Kata kunci : konflik pekerjaan keluarga, kepuasan kerja, komitmen organisasional Pendahuluan Sebuah organisasi sangat memerlukan adanya suatu potensi dan kekuatan internal yang kokoh dalam rangka menghadapi semua tantangan, hambatan dan perubahan yang ada. Organisasi yang maju dan berkembang setiap saat harus mampu mengatasi masalah dengan solusi yang tepat sesuai situasi dan kondisi. Faktor utama yang mewujudkan harapan organisasi tersebut adalah faktor sumber daya manusia. Memiliki sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi yang optimal kepada organisasi merupakan suatu harapan yang terkadang cukup sulit untuk dipenuhi. Hal itu seharusnya menjadi motivasi untuk organisasi dalam melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan karyawan yang telah dan diprediksi mampu untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi organisasi (Seniati, 2006). Komitmen organisasional dapat menjadikan karyawan merasa lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dan mendorong untuk bekerja secara optimal sehingga dapat mencurahkan perhatian, pikiran, tenaga dan waktunya untuk pekerjaannya, sehingga apa yang sudah dikerjakannya sesuai dengan harapan organisasi. Karyawan yang memiliki komitmen organisasional yang tinggi adalah karyawan yang lebih stabil dan produktif sehingga pada akhirnya akan lebih menguntungkan organisasi atau perusahaan (Seniati, 2006). Komitmen organisasional menjadi hal yang penting bagi sebuah organisasi. Komitmen organisasional yang tinggi menimbulkan perasaan karyawan untuk wajib tinggal dengan organisasi, perasaan yang dihasilkan dari internalisasi tekanan normatif diberikan pada seorang individu sebelum masuk atau setelah masuk