Vol. 10 No. 1 April 2022 Jurnal TEKNOIF ISSN: 2338-2724
e-ISSN : 2598-9197
DOI 10.21063/jtif.2022.V10.1.25-28 25
© 2020 ITP Press. All rights reserved.
PROTOTYPE KACAMATA SENSORIK UNTUK TUNANETRA
BERBASIS MIKROKONTROLER
Dedy Hendryadi
1)
, Juniarti Iryani
2)
, M. Azran
3)
,
1,2,3
Jurusan Sistem Komputer
1,2,3
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Adinata
dedyhendryadi1990@gmail.com
1)
, juniartiiryani1692@gmail.com
2)
, hello@azran.my.id
3)
Abstract
Technological developments have changed people's lives who have physical limitations, including blind
people. Braille's discovery makes them possible to read and operate a computer. However, they still need a
stick and the closest person to guide them to carry out daily activities. Thus, to overcome this problem, this
research produces object detection glasses for the visually impaired based on a microcontroller. These
glasses are used to detect objects in front of the visually impaired when walking. These glasses are
prototypes that can be worn by blind people and work by detecting objects in front and below using three
ultrasonic sensors based on a predetermined distance of a minimum of 50 cm and a maximum of 100 cm,
where the ultrasonic sensor is the reference point. This tool works by giving a warning to the patient via
the microcontroller to the buzzer. This study concludes that these sensory glasses can provide a warning in
the form of sound to the user when they find an object in front of them at a predetermined distance.
Keywords- Arduino Pro Mini, Buzzer, Ultrasonik
Intisari
Perkembangan teknologi telah mengubah kehidupan masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik,
termasuk penyandang tunanetra. Penemuan Braille memungkinkan mereka membaca dan
mengoperasikan komputer. Namun, mereka tetap membutuhkan tongkat dan orang terdekat untuk
membimbing mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah
tersebut, penelitian ini menghasilkan kacamata pendeteksi objek untuk tunanetra berbasis mikrokontroler.
Kacamata ini digunakan untuk mendeteksi objek di depan tunanetra saat berjalan. Kacamata ini
merupakan prototype yang dapat dipakai oleh penyandang tunanetra dan bekerja dengan cara mendeteksi
objek di depan dan di bawah menggunakan tiga buah sensor ultrasonik berdasarkan jarak yang telah
ditentukan minimal 50 cm dan maksimal 100 cm, dimana sensor ultrasonik sebagai titik acuan. . Alat ini
bekerja dengan memberikan peringatan kepada pasien melalui mikrokontroler ke buzzer. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa kacamata sensorik ini dapat memberikan peringatan berupa suara kepada
pengguna ketika menemukan objek di depannya pada jarak yang telah ditentukan.
Kata Kunci—Microcontroller, Ultrasonic, and Buzzer.
1. PENDAHULUAN
Tunanetra adalah istilah umum yang digunakan
untuk kondisi seseorang yang mengalami
gangguan atau hambatan dalam indra
penglihatannya. Berdasarkan tingkat
gangguannya/kecacatannya Tunanetra dibagi
dua yaitu buta total (total blind) dan yang
masih mempunyai sisa penglihatan (Low
Vision). Alat bantu untuk mobilitasnya bagi
tunanetra dengan menggunakan tongkat khusus,
yaitu berwarna putih dengan ada garis merah
horizontal. Akibat hilang/berkurangnya fungsi
indra penglihatannya maka tunanetra berusaha
memaksimalkan fungsi indra-indra yang
lainnya seperti, perabaan, penciuman,
pendengaran, dan lain sebagainya sehingga
tidak sedikit penyandang tunanetra yang
memiliki kemampuan luar biasa misalnya di
bidang musik atau ilmu pengetahuan.
Tunanetra adalah adalah individu yang
memiliki lemah penglihatan atau akurasi
penglihatan kurang dari 6/60 setelah dikoreksi
atau tidak lagi memiliki penglihatan.
Penyandang cacat netra merupakan individu
yang indera penglihatannya (kedua-duanya)
tidak berfungsi sebagai saluran penerimaan