Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 7 No. 1 Maret 2023 e. ISSN: 2550-0821 Dosen Indonesia Semesta (DIS)-DPD Jatim 19 Pembinaan UMKM Madu Sayyid untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Madu Trigona 1 Edo Rantou Wijaya, 2 Nofan Hadi Ahmad, 3 Wahyuni Amalia, 4 Ridha Luthvina, 5 Khairul Akli 1234 Prodi Manajemen Logistik Industri Agro, 5 Prodi Teknik Kimia Bahan Nabati Politeknik ATI Padang E-mail: edorantou@gmail.com Abstrak Sayyid Madu merupakan UMKM yang menjual produk berupa madu murni berkualitas yang didirikan pada tahun 2021. Usaha ini berawal dari penjualan madu trigona dan madu apis dorsata secara online, dan mendapatkan respon yang baik dari konsumen. Respon baik tersebut khususnya untuk jenis madu trigona. Hal ini menyebabkan permintaan akan madu trigona meningkat pesat sehingga dibutuhkan teknik budidaya lebah penghasil madu trigona yang lebih baik. Tujuannya untuk mendapatkan kualitas terbaik dan meningkatkan kapasitas produksi. Madu trigona juga sangat potensial untuk menjangkau pasar nasional dan internasional dikarenakan khasiatnya dalam kasus medis. Seiring berkembangnya budidaya, jumlah koloni lebah trigona meningkat dari 7 koloni dengan produksi madu kurang lebih 10 kg/bulan, pada awal bulan Januari ini terjadi penambahan sebanyak 20 koloni. Peningkatan koloni ini diharapkan dapat menghasilkan madu dengan produksi lebih dari biasanya. Untuk menghasilkan madu trigona yang banyak dan berkualitas, peternak harus memiliki koloni-koloni super yaitu koloni dengan jumlah yang banyak, densitasnya rapat, agresif dan aktifitasnya sangat aktif. Koloni tersebut tentu saja membutuhkan vegetasi tanaman penghasil nektar yaitu seluruh tanaman yang memiliki bunga. Hasil panen tergantung musim bunga yang ada wilayah hutan tempat lebah bersarang. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM Sayyid madu adalah produksi madu Trigona yang masih minimal dan tidak konsisten. Kurangnya produksi madu lebah trigona tersebut disebabkan oleh sumber makanan yang kurang tersedia di alam. Selain itu, peralatan panen yang dimiliki masih kurang sehingga dapat menghambat panen dan mempengaruhi kualitas madu yang dihasilkan. Terdapat tiga solusi alternatif yang diterapkan di dalam PKM ini, yakni: (1) pembuatan vegetasi buatan di lahan perumahan, (2) pengadaan alat isap nektar manual berbasis dinamo, dan (3) log untuk sarang lebah. Kata Kunci madu trigona, UMKM, kapasitas produksi, budidaya, koloni lebah Abstract Sayyid Madu is an MSME that sells products in the form of quality pure honey which was founded in 2021. This business started with selling trigona honey and apis dorsata honey online and received a good response from consumers. The good response was especially for the type of trigona honey. This causes the demand for trigona honey to increase rapidly so that better trigona honey-producing bee cultivation techniques are needed. The goal is to get the best quality and increase production capacity. Trigona honey also has the potential to reach national and international markets due to its efficacy in medical cases. As cultivation developed, the number of trigona bee colonies increased from 7 colonies with honey production of approximately 10 kg/month, at the beginning of January there was an addition of 20 colonies. The increase in this colony is expected to produce honey with more production than usual. To produce lots and lots of quality Trigona honey, breeders must have super colonies, namely colonies with large numbers, dense density, aggressiveness and very active activity. The colony of course requires nectar-producing plant vegetation, namely all plants that have flowers. The yield depends on the spring in the forest area where the bees nest. The main problem faced by Sayyid madu SMEs is Trigona honey production which is still minimal and inconsistent. The lack of production of trigona bee honey is caused by food sources that are less available in nature. In addition, the harvesting equipment that is owned is still lacking so that it can hamper harvesting and affect the quality of the honey produced. There are three alternative solutions implemented in this PKM, namely: (1) making artificial vegetation on residential land, (2) procuring dynamo-based manual nectar suction equipment, and (3) logs for beehives. Keywords trigona honey, SME, production capacity, farming, bee colony 1. PENDAHULUAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah, atau yang biasa disingkat dengan UMKM, merupakan suatu kumpulan usaha yang dikelola oleh perorangan atau badan usaha, mengarah pada usaha ekonomi kreatif yang sudah ditetapkan dalam undang-undang, sebagaimana didefinisikan di dalam UU No. 20 tahun 2008 [1]. Peranan UMKM dalam perekonomian Indonesia sangat penting dan strategis, dengan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menciptakan lapangan kerja, Produk Domestik Bruto dan ekspor nonmigas, dengan sebarannya hampir di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya UMKM, pemerataan ekonomi dan