DoubleClick: Journal of Computer and Information Technology E-ISSN: 2579-5317 P-ISSN: 2685-2152 Vol. 5, No. 1, August 2021, Pages 1-12 http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/doubleclick Analisa Rute TransJateng Rute Purwokerto-Purbalingga .... (Magnolia, dkk)| 1 Analisa Rute Transjateng Rute Purwokerto – Purbalingga Dengan Algoritma Dijkstra Cindy Magnolia 1 , Pungkas Subarkah 2 , Reza Arief Firmanda 3 , Dava Patria Utama 4 1,2,3,4 Universitas Amikom Purwokerto email: cindy164@amikompurwokerto.ac.id 1 , subarkah18.pungkas@gmail.com 2 , rezaarif740@gmail.com 3 , davapatriautama@gmail.com 4 Abstract: Transportation has developed very rapidly in recent years, including Purwokerto, one of the cities in Central Java that is developing in its economic sector, where transportation is one of the facilities needed for people who need high mobility to meet their needs, one of the transportation that is in demand is BRT. (Bus Rapid Trans), to reduce congestion and support the community's economy, the government launched the BRT Trans Jateng Bukateja - Purwokerto which has travel time savings so that fuel consumption is minimal and transportation costs can be optimized. In this study, researchers analyzed the BRT Trans Jateng Bukateja route. – Purwokerto using the Djikstra Method to measure efficiency and the fastest mileage by paying attention to vehicle specifications on the BRT Trans Jateng Bukateja – Purwokerto, the data used is the distance between shelters, passenger capacity, operating hours, distance k bus departures and bus fuel consumption. The results obtained from the results of calculations that have been carried out using the Dijkstra method, it can be concluded that the BRT Transjateng route, the Purwokerto - Purbalingga route, has covered the fastest and more efficient distance when compared to several other routes. With a fuel cost of Rp. 24,000, one-way trip. However, it is still necessary to optimize the travel time to make it shorter and more efficient from 90 minutes to 78 minutes with a distance of 27.9 KM. Keywords: Dijkstra Algorithm, TransJateng, Shortest Route, Public Transportation Abstrak: Transportasi berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir tidak terkecuali di Purwokerto salah satu kota di Jawa Tengah yang sedang berkembang dalam sektor perekonomianya dimana transportasi menjadi salah satu sarana yang dibutuhkan untuk masyarakat yang memerlukan moblitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan, salah satu transportasi yang sedang diminati ialah BRT (Bus Rapid Trans), untuk mengurangi kemacetan dan mendukung roda perekonomian masyarakat, pemerintah meluncurkan BRT Trans Jateng Bukateja – Purwokerto dimana memiliki penghematan waktu tempuh sehingga konsumsi BBM lebih minimal dan biaya transportasi dapat dioptimalkan, Pada penelitian ini, peneliti menganalisis rute BRT Trans Jateng Bukateja – Purwokerto dengan menggunakan Metode Djikstra untuk mengukur keefisiensian dan jarak tempuh tercepat dengan memperhatikan spesifikasi kendaraan pada BRT Trans Jateng Bukateja – Purwokerto, Data yang digunakan adalah jarak antar shelter, kapasitas penumpang, jam operasional, jarak keberangkatan bus dan konsumsi bahan bakar bus. Hasil yang didapatkan dari hasil penghitungan yang telah dilakukan dengan metode Dijkstra, dapat disimpulkan bahwa rute tempuh BRT Transjateng rute Purwokerto – Purbalingga telah menempuh jarak yang tercepat dan lebih efisien jika dibandingkan dengan beberapa rute lainnya. Dengan biaya bahan bakar Rp 24.000,- sekali tempuh perjalanan. Namun, masih dibutuhkan optimalisasi waktu perjalanan untuk lebih mempersingkat dan efisien dari 90 menit menjadi 78 menit dengan jarak 27,9 KM. Kata kunci: algoritma Dijkstra, transjateng, rute terpendek, transportasi umum. Pendahuluan Transportasi berkembang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Masalah transportasi adalah salah satu masalah kompleks yang terjadi di kota-kota besar di negara berkembang termasuk Indonesia. Selain kenyamanan, kecepatan waktu tempuh juga menjadi perhitungan saat melakukan perjalanan. Purwokerto adalah ibukota dari Kabupaten Banyumas dan sebagai kota transit