Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 4 No. 1 , Januari 2017 25 Determinasi Kapitalisme Industri dalam Politik Penataan Ruang Perkotaan di Kabupaten Gresik Oleh: Galang Geraldy 1 Abstrak Morfologi atau kajian pembentukan ruang perkotaan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur tak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya PT. Semen Gresik di tahun 1953 dan PT. Petrokimia Gresik di tahun 1972. Tingginya sirkulasi modal dan pertumbuhan ekonomi telah memicu industrialisasi selama empat dasawarsa terakhir di perkotaan Gresik. Determinasi kapitalisme industrialisasi telah menjadi lokomotif pembangunan kota sehingga menimbulkan kepadatan ruang dan ancaman degradasi ekologi.. Hasil penelitian menujukkan bahwa industrialisasi telah menjadi model pembangunan di Kabupaten Gresik karena menjadi penyumbang PDRB tertinggi selama bertahun-tahun. Pembangunan wilayah perkotaan Gresik lebih didominiasi oleh keberadaan pabrik-pabrik besar yang belum mampu dikendalikan dampak negatifnya oleh pemerintahan daerah. Akibatnya, perencanaan tata ruang lebih menitikberatkan pada akses-akses permodalan industri dengan pembangunan pabrik-pabrik khususnya di wilayah Gresik utara. Kata kunci: tata ruang perkotaan, determinasi kapitalisme, industrialisasi Abstract The morphology or the study of the development of urban spatial management in Gresik, East Java cannot be inseparable 1 Galang Geraldy adalah staf pengajar pada Departeman Ilmu Politik Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Jawa Timur. Penulis menyelesaikan studi S1 dan S2 Ilmu Politik di Universitas Airlangga, Surabaya. from the history of establishment of corporations like PT. Semen Gresik in 1953 and PT. Petrokimian Gresik in 1972. The high circulation of capital and economic growth has fueled industrialization over the past four decades in the urban area of Gresik. The determination of capitalism through massive industrialization has become the main factor of the development of the city. However, such development has resulted in the density of the urban space and ecological degradation. This study shows that industrialization has become the solely model of development in Gresik due to its highest contribution to the region income over the years. Due to the fact that the construction of urban areas in Gresik is more dominated by the presence of large factories, their presence also created negative impacts which cannot be fully handle by the local governments. As a result, spatial planning of urban area is more focused on developing access for industrial capitals with more construction of building factories, especially in the northern region of Gresik Keywords: urban spatial management, the determination of capitalism, industrialization Latar Belakang Masalah Sejarah mencatat pembangunan industri moderen pertama di Kabupaten Gresik di mulai sejak 1953 dengan berdirinya PT. Semen Gresik di kecamatan Kebomas dan dilanjutkan di tahun 1972 oleh berdirinya PT. Petrokimia Gresik di Kecamatan Gresik. Kehadiran dua industri besar tersebut menstimulasi berkembangnya ruang permukiman, pusat perdagangan dan sarana publik lainnya yang mendekati ruang industri tersebut. Akumulasi dari proses perkembangan tersebut adalah kepadatan ruang antara industri,