Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013 Semirata 2013 FMIPA Unila |125 EFEKTIFITAS PEMANFAATAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN IPA- BIOLOGI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PRIA DAN WANITA SMP 19 KOTA JAMBI Mia Aina 1 , 1 Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Universitas Jambi Miaaina1917@rocketmail.com Abstrak. Tujuan dilakukannya penelitian tentang Efektifitas Pemanfaatan Multimedia Interaktif Pembelajaran IPA-Biologi terhadap Motivasi Belajar Siswa Pria dan wanita SMP 19 Kota Jambi adalah 1). Untuk mengetahui perbedaan motivasi siswa pria dan wanita dengan pemanfaatan Multimedia Interaktif 2). Untuk mengetahui perbedaan Kemampuan Kognitif siswa Pria dan Wanita dengan Pemanfaatan Multimedia Interaktif dan 3). Untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan pemanfaatan multimedia interaktif Pembelajaran IPA-Biologi terhadap moivasi siswa Pria dan wanita. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen (True Experiment Design) dengan desain penelitian Pretest-Postest Control Group Design, sampel penelitian yang diambil adalah siswa kelas IX Semester I tahun ajaran 2012/2013 SMP 19 Kota Jambi. Analisis data menggunakan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Regresi Sederhana, Uji Beda, Uji Koordinasi dan Uji Anova Dua Jalur. Dari hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh pemanfaatan multimedia interaktif Pembelajaran IPA-Biologi terhadap kemampuan kognitif siswa Putra dan putri dan terdapat Interaksi antara pemanfaatan multimedia interaktif dan motivasi siswa putra dan putri SMP 19 Kota Jambi. Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Pembelajaran IPA Biologi , Motivas Belajar. PENDAHULUAN Menurut Rencana Strategis Kemdiknas Tahun 2010-2014 Bab IV tentang Penguatan dan Perluasan Pemanfaatan TIK di Bidang Pendidikan maka pada tahun 2010--2014, penguatan pemanfaatan TIK untuk e-pembelajaran, e-manajemen dan e- layanan dilakukan antara lain melalui kebijakan-kebijakan antara lain. Penyediaan sarana dan prasarana TIK serta muatan pembelajaran berbasis TIK untuk penguatan dan perluasan e-pembelajaran pada semua jenjang pendidikan. Pengembangan pusat sumber belajar berbasis TIK pada pendidikan dasar dan menengah, dan. Peningkatan kemampuan SDM untuk mendukung pendayagunaan TIK di pusat dan daerah. Berdasarkan kebijakan tersebut diatas, maka guru atau pengajar dituntut untuk dapat mengembangkan sumber belajar berbasis TIK. Menurut Darmin (1995) media pembelajaran berbasis teknologi dapat membuat pembelajaran lebih ―powerfull‖ dimana kontak komunikasi antara individu yang ditunjang oleh teknologi dapat memberi nilai tambah (add value) dalam kemampuan komunikasi tertentu. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar yang aktif, efektif dan menyenangkan. Fungsi media pada mulanya hanya dikenal sebagai alat bantu