Jurnal Dinamika Hukum
Vol. 21 Issue 1, January 2021
E-ISSN 2407-6562 P-ISSN 1410-0797
National Accredited Journal, Decree No. 21/E/KPT/2018
DOI: 10.20884/1.jdh.2021.21.1.2868
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (cc-by)
Instilling Core Islamic Values in Industrial Relations in
Malaysia
Norman Zakiyy
Universiti Sains Islam Malaysia, Putra Nilai, Malaysia
Abstract
Instilling religious values in maintaining good industrial relations is a much-neglected area of study in
industrial jurisprudence. Evidently, trade disputes are usually referred to the Industrial Court whereby
resolution of disputes are usually based on the reference of relevant Industrial Court awards, civil court
judgments, statutes and best practices for industrial harmony. However, little emphasis has been given to
religion as an important tool for resolving conflicts among mankind. Thus, the objective of this study is to
identify core Islamic values relevant in maintaining good industrial relations in Malaysia. The trans-
disciplinary approach was chosen to correlate core Islamic values in meeting the two different sets of
expectations; one of the employers and the other by the employee. The methodology used is legal and content
analysis of Industrial Court awards, case laws, relevant statutes and the Qur’an being the primary source of
the Shariah. The main finding of the study indicates that core Islamic values such as purity of intentions,
contentment, patience and consultation are essential components in enhancing the harmonious relationship
between the employer and the employee; apart from gaining spiritual satisfaction. Hence, future studies on
religion as an important component of industrial relations law alongside other well-established components,
namely economics, sociology and politics.
Keywords: Islam; industrial relations law; religious values.
Abstrak
Menanamkan nilai-nilai agama dalam menjaga hubungan industrial yang baik adalah bidang studi yang banyak
diabaikan dalam yurisprudensi industri. Terbukti, perselisihan perdagangan biasanya dirujuk ke Pengadilan
Industrial dimana penyelesaian perselisihan biasanya didasarkan pada referensi putusan Pengadilan Industrial
yang relevan, putusan pengadilan perdata, undang-undang dan praktik terbaik untuk keharmonisan industrial.
Namun, sedikit penekanan telah diberikan kepada agama sebagai alat penting untuk menyelesaikan konflik di
antara umat manusia. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai inti
Islam yang relevan dalam menjaga hubungan industrial yang baik di Malaysia. Pendekatan trans-disiplin dipilih
untuk mengkorelasikan nilai-nilai inti Islam dalam memenuhi dua rangkaian harapan yang berbeda; salah satu
majikan dan yang lainnya oleh karyawan. Metodologi yang digunakan adalah analisis hukum dan isi putusan
Pengadilan Industrial, hukum perkara, undang-undang terkait dan Al-Qur’an sebagai sumber utama Syariah.
Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai inti Islam seperti kemurnian niat, kepuasan,
kesabaran dan konsultasi merupakan komponen penting dalam meningkatkan hubungan yang harmonis antara
majikan dan karyawan; selain mendapatkan kepuasan spiritual. Oleh karena itu, studi masa depan tentang
agama sebagai komponen penting dari hukum hubungan industrial di samping komponen mapan lainnya, yaitu
ekonomi, sosiologi dan politik.
Kata kunci: Islam; hukum hubungan industrial; nilai-nilai agama.
Copyright©2021 Jurnal Dinamika Hukum. All rights reserved.
____________________________
Corresponding Author: zakiyy@usim.edu.my