LOMBA DAN SEMINAR MATEMATIKA XXXI Prosiding Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Volume 8 (2023) e-ISSN No. 2721-6802 Eksplorasi Etnomatematika pada Kue Tradisional Pekalongan sebagai Media Belajar Matematika Abdulah 1 , Aisyah Ummaroh 2 , Rizqi Fadlilah 3 , Umi Salmia 4 , Nurul Husnah Mustika Sari 5 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan abdulah@mhs.uingusdur.ac.id Abstrak—Kue tradisional Pekalongan memiliki bentuk beragam dan kekhasannya masing-masing yang menarik untuk diteliti. Tujuan dalam penelitian yaitu untuk mengetahui aspek- aspek matematis apa saja yang terdapat dalam berbagai bentuk kue tradisional di Wilayah Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan merupakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Ada berbagai jenis kue tradisional yang berasal dari Pekalongan atau banyak ditemukan di Pekalongan, seperti kue Lumpang, kue Apem Kesesi, kue Gemblong, kue Lupis, dan kue Iwel- iwel. Hasil penelitian ini adalah konsep-konsep matematika yang terkandung dalam kue tradisional Pekalongan yaitu lingkaran, tabung, balok, dan limas. Bentuk-bentuk geometri datar dan ruang yang terdapat pada kue tradisional Pekalongan dapat dihubungkan ke permasalahan-permasalahan matematika khususnya yang terdapat pada sekolah dasar (SD). Kata kunci: Kue Tradisional Pekalongan, Etnomatematika, Eksplorasi Abstract— Pekalongan traditional cakes have a variety of shapes and their own peculiarities that are interesting to study. The purpose of the research is to find out what mathematical aspects are contained in various forms of traditional cakes in the Pekalongan region. This research uses qualitative research methods with an ethnographic approach. Data collection was done by interview, observation, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusion. There are various types of traditional cakes originating from Pekalongan or commonly found in Pekalongan, such as Lumpang cake, Apem Kesesi cake, Gemblong cake, Lupis cake, and Iwel-iwel cake. The results of this study are mathematical concepts contained in traditional Pekalongan cakes, namely circles, tubes, beams, and pyramids. The shapes of flat and space geometry found in traditional Pekalongan cakes can be connected to mathematical problems, especially those found in elementary schools (SD). Keywords: Pekalongan Traditional Cakes, Ethnomathematics, Exploration I. PENDAHULUAN Pembelajaran matematika senantiasa berhubungan dengan proses pendidikan, dimana jika konsep- konsep matematika serta keterampilan yang diperoleh hanya apabila peserta didik pergi ke sekolah [1]. Pada umumnya, pembelajaran matematika masih banyak menggunakan metode pengajaran tradisional sehingga tidak nampak keaktifan siswa, membosankan, serta tidak memberikan kebermaknaan serta pengalaman yang nyata dari pembelajaran yang dilaksanakan [2]. Pembelajaran yang disangkutpautkan dengan kehidupan nyata sangat penting karena materi yang diterima oleh peserta didik akan lebih mudah dipahami. Kebudayaan masyarakat setempat bisa dijadikan pembelajaran nyata dan sumber belajar bagi peserta didik. Pembelajaran tersebut dapat diimplementasikan menggunakan pembelajaran berbasis kebudayaan atau yang biasa dikenal dengan istilah pembelajaran etnomatematika [3]. Istilah etnomatematika berasal dari kata ethnomathematics yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1977 oleh seorang matematikawan dari Brasil yang bernama D’Ambrosio [4]. Etnomatematika dapat diartikan sebagai matematika yang diaplikasikan diantara kelompok budaya yang diidentifikasikan dalam kelompok guru, anak-anak dari kelas professional, serta kelompok anak-anak usia tertentu [5]. Etnomatematika dapat dijadikan sebagai metode alternatif yang digunakan seorang guru agar siswa lebih