http://journal.umpalangkaraya.ac.id/index.php/anterior PENDAHULUAN Masyarakat Dayak Ngaju kaya akan budaya dan adat istiadat. Namun, selama ini budaya dan adat istiadat yang dimiliki oleh masyarakat Dayak Ngaju hanya disampaikan dari mulut ke mulut sehingga masyarakat Dayak Ngaju tidak memiliki bentuk budaya dalam bentuk publikasi. Folklore bukan lisan merupakan bagian dari benda-benda yang dimiliki oleh masyarakat Dayak Ngaju sebagai bentuk kesenian di Kalimantan Tengah seperti, pakaian adat, obat-obatan khas Kalimantan Tengah, peralatan dan senjata khas tradisional setempat, serta makanan dan minuman khas Kalimantan Tengah. Dalam folklore bukan lisan ini, tidak hanya sebagai benda yang mencirikan khas Kalimantan Tengah akan tetapi benda-benda tersebut merupakan simbol budaya suku Dayak Ngaju yang memiliki makna dan fungsi (Siminto & Irawati, 2016). Simbol dapat berbentuk verbal dan non-verbal. Simbol dalam bentuk verbal, bisa berupa perumpamaan, pantun, syair, peribahasa, gerak tubuh, bunyi (lagu dan musik), warna dan rupa (lukisan dan hiasan). Sedangkan simbol non-verbal terdapat dalam pelaksanaan adat direalisasikan dalam bentuk perlengkapan/benda/barang. Koleksi di museum tersebut dapat dikatakan cukup lengkap seperti, peralatan upacara fase kelahiran, perkawinan, peralaratan peperangan, peralatan MAKNA DAN FUNGSI SIMBOL BIOLOGIKA MENURUT BUDAYA MASYARAKAT DAYAK NGAJU DI MUSEUM BALANGA PALANGKA RAYA The Meaning and Function of Symbol Biologics by Dayak Ngaju Community Culture in Balanga Palangka Raya Museum Lastaria * Muhammad Tri Ramdhani Indah Tri Handayani Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Palangka Raya, Central Kalimantan, Indonesia * email: llastaria@yahoo.co.id Abstrak Simbol adalah bagian dari sarana komunikasi yang komplek yang memiliki berbagai makna. Simbol tidak hanya berupa verba tetapi simbol juga berupa nonverbal seperti yang terdapat dalam pelaksanaan adat direalisasikan dalam bentuk perlengkapan/benda/barang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan fungsi simbol biologika budaya masyarakat Dayak Ngaju yang ada di Museum Balanga Palangka Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik yang digunakan ialah rekaman, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian terdapat delapan benda biologika yang mengandung simbol budaya bagi masyarakat Dayak Ngaju, yaitu: dawen sawang (daun sawang, uwei (rotan), humbang(bambu), tampung papas (daun suci/pensucian), suli (batang lengkuas), rambat (keranjang pakaian), hadangan (kerbau), dan maharanda. Kata Kunci: Makna Fungsi Simbol Budaya Keywords: Meaning Function Cultural symbol Accepted October 2018 Published December 2018 Abstract Symbols are part of a sophisticated means of communication that has various meanings. Symbols are not only in the form of verbs, but symbols are also nonverbal as those found in customary practices are realized in the way of equipment/ objects/goods. This study aims to describe the meaning and function of the symbol of the developmental biology of the Ngaju Dayak community in the Balanga Museum Palangka Raya. The method used in this study is descriptive with a qualitative approach. The techniques used are recording, interviews, observation, and documentation. Based on the results of the survey there are eight biological objects that contain cultural symbols for the Dayak Ngaju community, namely: dawen sawang (sawang leaves, uwei (rattan), humbang (bamboo), tampung papas (sacred leaves / purification), suli (galangal stems), creepers (clothes baskets), hadangan (buffalo), and maharanda.