Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL, Vol. 7, No. 1, Juni 2019: 23-30 23 EVALUASI PRODUKTIVITAS UNIT CRUSHING PLANT SERTA FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA COAL PROCESSING PLANT DI PT. MNC INFRASTRUKTUR UTAMA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Evaluation of Coal Crushing Plant Productivity Also Multiple Factor That Affect to Coal Handling and Preparation Plant in MNC Infrastructure Corporation Samarinda City East Kalimantan Province) Orfinada Sultan Danilof, Windhu Nugroho, Tommy Trides Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman E-mail : orfinadasultandanilof@yahoo.com Abstrak Pengolahan bahan galian batubara di PT. MNC Infrastruktur Utama Port Bentuas salah satunya adalah proses pereduksian ukuran butir batubara hasil dari penambangan dengan menggunakan unit peremuk batubara dan beberapa bantuan alat lainnya, setelah kita dapat mengetahui masalah yang dihadapi unit peremuk maka akan didapat cara untuk meningkatkan produktivitas unit peremuk itu sendiri. Dalam hal ini ada beberapa masalah yang dihadapi unit peremuk batubara sehingga produksi yang di inginkan tidak dapat terpenuhi. Unit peremuk juga mengalami beberapa hambatan selama proses pengolahan berlangsung seperti terjadinya gangguan teknis dan gangguan mekanis yaitu terjadinya kerusakan pada sistem kelistrikan, belt conveyor macet, motor penggerak crusher rusak. Oleh sebab itu diperlukan pengamatan dan perawatan alat secara berkala agar kerusakan fatal dapat dihindari sehingga proses pereduksian batubara tidak terganggu. Dalam pengamatan dan analisis, langkah awal yang dilakukan adalah mengetahui target produksi dari unit crushing plant yaitu sebesar 130.000 ton per bulan januari dan februari serta mengetahui produktivitas dari unit crusher yaitu 215 ton/ jam pada bulan januari serta 238 ton/jam pada bulan februari. Setelah dilakukan pengamatan di lapangan diperoleh data produksi aktual unit crusher pada bulan januari adalah 395 ton/jam dan 450 ton/jam pada bulan februari. Kata Kunci : Batubara, PT MNC Infrastruktur Utama, Evaluasi Crushing Plant Abstract One of the mineral processing at MNC Infrastruktur Utama Port Bentuas Corporation is the grain size reduction of coal mining using curshing plant and few other heavy equipment, after we know the problem crushing plant facing we can figure how to increase productivity of crushing plant itself . There is a lot of obsctacles encountered in the process of grain size reduction which casue the production target or market demand cannot be fulfield. The unit alson experienced a few obstacles surface during processing such as interference with ongoing technical and mechanical ongoing namely the occurence of damage to the electrical system, ton belt, conveyor belt jammed, motor drive crusher broken and chain motor off. Therefore necessary observation and periodic maintenance tool for fatality damage can be avoided so that the production process of coal crushing unit was not disrupted. In the observation and analysis, first step taken is to know the target of crushing plant production which is 130.000 ton on january and february also to know productivity of crusher which is 215 ton/hour on january also 238 ton/hour on february. After the field observation data obtained by the actual production on january 395 ton/hour and 450 ton/hour on february Keywords : Coal, MNC Infrastruktur Utama Corporation, Evaluation of Crushing Plant PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir batubara terbesar di dunia. Sejak tahun 2005, ketika melampaui produksi Australia, Indonesia menjadi eksportir terdepan batubara dunia. Porsi signifikan dari batubara yang diekspor terdiri dari jenis kualitas menengah (antara 5.100 dan 6.100 cal/gram) dan jenis kualitas rendah (di bawah 5.100 cal/gram) yang sebagian besar permintaannya berasal dari Cina dan India. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia pada tahun 2017, cadangan batubara Indonesia diperkirakan habis kira-kira dalam 83 tahun mendatang apabila tingkat produksi saat ini diteruskan. Berkaitan dengan cadangan batubara global, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-9 dengan sekitar 2.2 persen dari total cadangan batubara global dengan jumlah ±22.598.000.000 ton menurut data dari BP Statistical Review of World Energy per juni tahun 2018. Sekitar 60 persen dari cadangan batubara total Indonesia terdiri dari batubara kualitas rendah yang lebih