JURNAL JEMPPER Vol. 2 No. 1 (Januari 2023) – E-ISSN : 2809-6037 P-ISSN : 2809-5901 Received Juni 30, 2022; Revised Oktober 2, 2022; Accepted Desember 22, 2022 JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN PARIWISATA DAN PERHOTELAN Halaman Jurnal: http://ejurnal.stie-trianandra.ac.id/index.php/jempper Halaman UTAMA Jurnal : http://ejurnal.stie-trianandra.ac.id/index.php ANALISA KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP ANCAMAN KERJA PASCA INFLASI Wirren Chang a ,Agnes Doraresta Khatarina Tokan b ,Dewi c ,Gladys Christiani d ,Mardiana Ng e ,Serina f ,Wisnu Yuwono g a Manajemen, 2141018.wirren@uib.edu , Universitas Internasional Batam b Manajemen, 2141068.agnes@uib.edu , Universitas Internasional Batam c Manajemen, 2141229.dewi@uib.edu , Universitas Internasional Batam d Manajemen, 2141158.gladys@uib.edu , Universitas Internasional Batam e Manajemen, 2141167.mardiana@uib.edu , Universitas Internasional Batam f Manajemen, 2141081.serina@uib.edu , Universitas Internasional Batam g Manajemen, wisnu@uib.ac.id , Universitas Internasional Batam Abstract The increase in inflation that occurs causes the threat of unemployment in Indonesia. According to the BPS, 4.48 million Indonesians are unemployed in 2022. Cyclical unemployment is unemployment caused by a large-scale economic crisis (inflation), so many companies lay off their workers to reduce the risk of loss in a company. the. The method used in this research is literature study. The literature study method is a method that is carried out by collecting data and documents from references that are in accordance with the author's research. In this study, the authors analyze monetary policy as a government policy that can be used in overcoming the threat of post-inflation unemployment. Monetary policy is one way to reduce unemployment by increasing the money supply and reducing interest rates which will increase investment. The increasing amount of investment will increase job opportunities which in turn will reduce unemployment Keywords: unemployedment,PHK,,literature study, monetary policy. Abstrak Peningkatan inflasi yang terjadi menyebabkan ancaman pengangguran di Indonesia. Tercatat pada BPS sebanyak 4,48 juta penduduk Indonesia mengalami pengangguran tahun 2022. Pengangguran siklis merupakan pengangguran yang diakibatkan oleh krisis ekonomi yang terjadi dalam skala besar (inflasi), sehingga banyak perusahaan melakukan PHK pada tenaga kerja mereka untuk mengurangi resiko kerugian di dalam suatu perusahaan tersebut. Metode yang dipakai di penelitian ini adalah studi literatur. Metode studi literatur adalah metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data dan dokumen dari referensi yang sesuai dengan penelitian penulis. Dalam penelitian ini, penulis menganalisa kebijakan moneter sebagai kebijakan pemerintah yang bisa digunakan dalam mengatasi ancaman pengangguran pasca inflasi. Kebijakan moneter adalah salah satu cara untuk mengurangi pengangguran dengan cara memperbanyak penawaran uang dan mengurangi suku bunga yang akan meningkatkan investasi. Jumlah investasi yang semakin menigkat akan menambah kesempatan kerja yang pada akhirnya akan mengurangi pengangguran. Kata kunci: penggangguran, PHK, studi literatur, kebijakan moneter PENDAHULUAN Menurut Badan Pusat Statistik, sebanyak 4,48 juta orang penduduk yang ada di Indonesia mengalami pengangguran pada tahun 2022. Hal ini dikarenakan peningkatan angka inflasi yang terjadi diakibatkan penurunan pada produk domestik bruto. Dampak dari pengangguran tersebut cenderung menaikan potensi kriminalitas, dan kemiskinan yang dapat menyebabkan proses kinerja ekonomi menurun dimasa yang akan datang. Jika tidak ditindaklanjuti maka kemungkinan besar akan mengalami kebangkrutan di negara secara permanen.