ECSOFiM: Journal of Economic and Social of Fisheries and Marine. 2017. 05 (01): 1-12 e-ISSN: 2528-5939 Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.ecsofim.2017.005.01.01 1 Cite this as: Revalda A. Y. B. Salakory, Nuddin Harahab, and Bagyo Yanuwiadi. 2017. Economic Valuation Of Mangrove Forest Ecosystem In Teluk Ambon Baguala District, Maluku. ECSOFiM: Economic and Social of Fisheries and Marine Journal. 5 (1): 1-12 Available online at http://ecsofim.ub.ac.id/ ECONOMIC VALUATION OF MANGROVE FOREST ECOSYSTEM IN TELUK AMBON BAGUALA DISTRICT, MALUKU VALUASI EKONOMI EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN TELUK AMBON BAGUALA, MALUKU Revalda A. Y. B. Salakory *1) , Nuddin Harahab 2) , and Bagyo Yanuwiadi 3) 1) Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University 2) Fisheries and Marine Science Faculty, Brawijaya University, Veteran Street, Malang 3) Mathematics and Natural Sciences Faculty, Brawijaya University, Veteran Street, Malang ABSTRACT This study aims to describe about economic valuation of mangrove forest ecosystem in Teluk Ambon Baguala District. This research is a quantitative research. Data were collected through interviews, documentation and observation. Method analysis employed was total economic value. Overall, the economic value of mangrove forest ecosystem service is IDR 7.273.222.250 per year, with the following description: Passo for IDR 3.858.009.750 per year, Negeri Lama for IDR 945.628.100 per year, Desa Nania for IDR 650.750.400 per year and Waiheru for IDR 1.818.834.000 per year Keywords: total economic value, ecosystem services, mangrove forest ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan valuasi ekonomi ekosistem hutan mangrove di Kecamatan Teluk Ambon Baguala. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Metode analisis yang digunakan adalah nilai ekonomi total. Secara keseluruhan, nilai ekonomi ekosistem hutan mangrove di Kecamatan Teluk Ambon Baguala adalah sebesar Rp.7.273.222.250 per tahun, tersebar di Negeri Passo sebesar Rp.3.858.009.750 per tahun, Desa Negeri Lama sebesar Rp. 945.628.100 per tahun, Desa Nania sebesar Rp.650.750.400 per tahun dan Desa Waiheru sebesar Rp.1.818.834.000. Kata kunci, nilai ekonomi total, jasa ekosistem, hutan mangrove PENDAHULUAN Mangrove merupakan ekosistem hutan yang berada di zona intertidal daerah tropis maupun sub tropis. mangrove juga dianggap sebagai salah satu ekosistem paling produktif di dunia, karena menyediakan jasa lingkungan bagi kehidupan mahluk hidup lain di sekitarnya. Adapun jasa ekosistem mangrove yaitu: (a) sebagai tempat pembesaran (nursery ground), penangkapan (fishing ground) serta penyedia makanan (feeding ground) bagi biota laut seperti ikan, kepiting, reptil, dll., (b) pakan bagi hewan ternak dari pengolahan dan cabang mangrove, (c) bahan baku obat - obatan tradisional melalui pemanfaatan daun mangrove yang mengandung saponin, flavonoid dan tanin (d) pelindung garis pantai dari erosi pantai dan abrasi akibat gelombang ekstrim dan (e) pengendali pencemaran laut dari limbah rumah tangga maupun industri serta (f) penangkap sedimen yang bersumber dari kegiatan konstruksi di darat (Uddin et al, 2013). Secara global, sekitar 150.000 Km 2 hutan mangrove tersebar di 18 negara di Dunia termasuk Indonesia. Indonesia memiliki 37 jenis mangrove, yang didominasi oleh jenis api - api (Avicennia sp.), bakau (Rhizophora sp.), tancang * Corresponding author: Revalda A. Y. B. Salakory, salakory.revalda29@yahoo.com Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University