Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informatika Volume 2 Nomor 1 November 2019 ISBN : 978-602-50006-1-4 65 Penerapan Model UTAUT untuk Mengetahui Perilaku Dosen dalam Menggunakan E-Learning (Studi Kasus: STMIK-STIE Mikroskil) Sudarto 1 1 STMIK Mikroskil sudarto@mikroskil.ac.id Zulpa Salsabila 2 2 STMIK MIkroskil zulpa.salsabila@mikroskil.ac.id Abstrak STMIK-STIE Mikroskil merupakan salah satu pendidikan tinggi di kota Medan yang telah menerapkan eLearning sejak tahun 2008. E-learning diimplementasikan dalam bentuk blended learning, yakni perpaduan metode belajar tatap muka di dalam kelas dengan tatap muka secara online (1). Untuk mengetahui sejauh mana penerimaan pengguna terhadap E-learning memerlukan suatu pendekatan evaluasi yang mampu menganalisa faktor-faktor yang menentukan penerimaan E-learning. Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) merupakan hasil evaluasi delapan model user acceptance terkemuka yang diintegrasikan ke dalam model yang baru. Proses Integrasi User Acceptance tersebut dilakukan oleh para ahli sebelumnya karena munculnya kebingungan dalam menggunakan model untuk menganalisis user acceptance. Model UTAUT merupakan sebuah model penerimaan teknologi yang akan tepat digunakan sebagai model evaluasi e-learning. Konstruk dari model UTAUT, yaitu: harapan kinerja, harapan usaha,pengaruh sosial, dan kondisi fasilitas terhadap niat untuk menerima e-learning. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi serta bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku para dosen di STMIK-STIE Mikroskil dalam penggunaan e-learning. KeywordsUTAUT, E-Learning, Perilaku Pengguna I. Introduction Saat ini Pemanfaatan teknologi informasi dibutuhkan oleh perguruan tinggi agar mampu bersaing dan bertahan hidup. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi yang dilakukan di Perguruan Tinggi ialah kegiatan proses pembelajaran secara elektronik (e-learning). STMIK-STIE Mikroskil merupakan salah satu pendidikan tinggi di kota Medan yang telah menerapkan eLearning sejak tahun 2008. E- learning diimplementasikan dalam bentuk blended learning, yakni perpaduan metode belajar