Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 5 No 2 : 867-874, 2018 e-ISSN:2549-9793 http://jtsl.ub.ac.id 867 FITOREMEDIASI AIR TERCEMAR TIMBAL (Pb) DENGAN Lemna minor DAN Ceratophyllum demersum SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN Lactuca sativa Phytoremediation of Lead (Pb) Contaminated Water with Lemna minor andCeratophyllum demersum and Its Effects on Growth of Lactuca sativa Anjar Aris Munandar 1 , Zaenal Kusuma 1* , Sugeng Prijono 1 , Rony Irawanto 2 1 Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang 65145; 2 Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi-LIPI, Pasuruan 67163 * Penulis Korespondensi: zkusuma@gmail.com Abstract The pollution of water and soil caused by human causes environmental damage especially on agricultural land that resulted in the reduced growth and yield of plants. This research aimed to understand the ability of aquatic plants in accumulating lead (Pb) in water and its influence on lettuce growth. The treatments consisted of A1: Plant Lemna minor 2 ppm Pb, A2: Ceratophyllum demersum 5 ppm Pb, A3: Lemna minor 2 ppm Pb, A4: Ceratophyllum demersum 5 ppm Pb, A5: 2 ppm Pb without plants (control 1), and A6: 5 ppm Pb without plants (control 2). The results showed that the aquatic plants effectively decreased Pb concentration in water by 81.1% for Ceratophyllum demersum and by 75.5% for Lemna minor. The use of remediated water for watering lettuce resulted in affected growth and yield of lettuce. Keywords: Ceratophyllum demersum, lead (Pb), Lemna minor, lettuce Pendahuluan Pencemaran air dan tanah yang diakibatkan oleh tangan manusia berimbas pada kerusakan lingkungan. Menurut Adack (2013), rusaknya lingkungan akibat limbah industri yang berdampak buruk terhadap kehidupan ekosistem yang berada di perairan dan juga mengancam kesehatan manusia. Selain itu, air yang sudah tercemar dan dimanfaatkan oleh manusia untuk irigasi pertanian berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil pertanian itu sendiri. Salah satu contoh studi kasus yang terjadi di TPA Pakusari, Kabupaten Jember. Menurut Widyasari et al. (2013) rata-rata kadar Pb pada sampel tanah di TPA yaitu 7,174 ppm, dan rata rata kadar Pb pada air sumur monitoring yaitu 0,152 ppm. Pb merupakan salah satu logam berat berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup. Kadar Pb pada air sumur monitoring melebihi Permen kesehatan No. 492 tahun 2010 untuk air bersih dan air minum yaitu sebesar 0,01 ppm dimana air tersebut masih digunakan oleh masyarakat untuk aktifitas sehari-hari, dan di sebelah TPA Pakusari terdapat daerah pertanian. Adanya pencemaran tersebut sangat berbahaya karena dapat berdampak pada kesehatan masyarakat menurut Gusnita (2012) efek yang ditimbulkan oleh Pb pada manusiaberupa kemunduran IQ. Selain itu, Pb juga berbahaya karena dapat mengakibatkan perubahan bentuk dan ukuran sel darah merah yang mengakibatkan tekanan darah tinggi. Pb termasuk dalam kelompok logam berat golongan IVA dalam Sistem Periodik Unsur kimia, mempunyai nomor atom 82 dengan berat atom 207,2, berbentuk padat pada suhu kamar, bertitik lebur 327,4 0 C. Pb jarang ditemukan di alam dalam keadaan bebas melainkan dalam bentuk senyawa dengan molekul lain, misalnya dalam bentuk PbBr2 dan PbCl2 (Gusnita, 2012). Dalam bentuk oksida Pb digunakan sebagai pigmen/zat warna dalam