KURVATEK Vol.1 . No. 2, November 2016, pp.7-11 ISSN: 2477-7870 7 Received October 30, 2016; Revised January 31, 2017; Accepted February 28, 2017 PENGARUH PROFIL SUDU TERHADAP KOEFISIEN DAYA TURBIN GORLOV Eka Yawara 1,a , Y. Agus Jayatun 1 , Daru Sugati 1 Jurusan Teknik Mesin, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta a eka_ywr @ yahoo.com Abstrak Masalah keterbatasan penyediaan sumber energi dari energi fosil diatasi dengan optimalisasi sumber energi terbarukan, misalnya sumber daya dari air. Salah satu kendala yang dihadapi dari penyediaan pembangkit daya air berskala besar adalah problem lingkungan. Oleh karena itu pembangkit daya air skala kecil atau mikro terus diupayakan pengembangannya, misalnya penggunaan Turbin Gorlov yang memanfaatkan potensi air dengan head rendah atau sangat rendah. Pada penelitian ini dilakukan studi pengaruh profil sudu terhadap koefisien daya pada Turbin Gorlov. Penelitian dilakukan dengan cara simulasi menggunakan perangkat lunak SolidWorks. Profil yang dipilih adalah NACA0012, NACA0017 dan NACA0022, selanjutnya sudu dipuntir dengan sudut puntir 30 o , 60 o dan 90 o . Pada rasio tip-speed yang ditetapkan sebesar 2, hasil terbaik diberikan oleh Turbin Gorlov dengan profil NACA0017 dan sudut puntir 30 o , yaitu rata-rata 17,3%. Kata kunci: Turbin Gorlov, profil sudu, NACA0012, NACA0017, NACA0022 Abstract The problem of limited availability of fossil based energy resources has been continuously solved by optimizing renewable energy resources, including hydropower. Unfortunately, large hydropower known to be have a problem with environtment. Therefore, small or even micro hydropower have been being developed. One of the micro hydropower is generated by means of helical turbine known as Gorlov Turbine. It can be utilized to produce power of low or very low head of water potential. The study of influence of blade profile to helical turbine performance has been conducted by means of SolidWorks. The chosen profiles were NACA0012, NACA0017 and NACA0022, and they were twisted by 30 o , 60 o and 90 o . With the tip speed ratio of 2, the best result was 17,3% and given by NACA0017 of 30 o . Keywords: Gorlov turbine, blade profile. NACA0012, NACA0017, NACA0022 1. Pendahuluan Di Indonesia, hingga saat ini sumber energi di sektor kelistrikan masih didominasi oleh batubara, gas dan minyak bumi. Peranan energi terbarukan cukup signifikan berasal dari panas bumi dan tenaga air, sedangkan pemakaian energi surya, angin dan biomasa masih sangat kecil. Secara keseluruhan sumbangan dari sumber energi terbarukan yang dimanfaatkan untuk sektor kelistrikan sebesar 13% pada tahun 2013 [1]. Sementara itu menurut kajian BPPT, kebutuhan listrik di Indonesia pada tahun 2035 diperkirakan antara 903 – 1.229 TWh. Pada tahun itu diperkirakan kemampuan penyediaan listriknya akan mencapai antara 215 – 270 GW, yang sumber energinya masih tetap didominasi oleh batubara. Sumber energi dari air diperkirakan akan mencapai 17,8 GW [2]. Salah satu potensi yang signifikan tetapi belum banyak dibahas adalah hidropower dengan head yang sangat rendah, yaitu yang kurang dari 2 m. Hidropower kecil dengan daya antara 100 W s.d 1000 kW dan head sangat rendah dari 0,8 m s.d 2,0 m masih merupakan problem yang belum terpecahkan. Pembangkit daya air (hydropower) dikenal memiliki keunggulan secara ekonomi yang sangat tinggi, tetapi juga diketahui menimbulkan kerusakan lingkungan untuk konstruksi pembangkit yang harus menggunakan bendungan. Akibatnya, pembangunan pembangkit daya air di atas 100 kW mulai dihentikan perencanaan pembangunannya, misalnya yang dilakukan di Jepang [3]. Pengembangan diarahkan pada micro-hydropower dengan head rendah atau sangat rendah. Head rendah atau sangat rendah biasa dijumpai di sungai-sungai di dekat pemukiman. Beberapa jenis turbin yang dapat dipakai untuk mengkonversi dari aliran air head sangat rendah atau arus air sungai menjadi putaran poros untuk memutar poros generator listrik, antara lain turbin Darrieus dan turbin Gorlov. Turbin-turbin itu kalau diletakkan pada aliran air bebas, misalnya pada arus