Pharmauho Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Volume 5 Nomor 1 April 2019 ISSN: 2442-9791 Pharmauho Vol. 5 No. 1, 04/2019, Hal. 16-20 16 Formulasi dan Uji Stabilitas Lotion Antioksidan dari Ekstrak Etanol Rambut Jagung (Zea mays L.) sebagai Antioksidan dan Tabir Surya Fery Indradewi Armadany 1 , Wa Ode Sitti Musnina 2 , Ulfa Wilda 1 1 Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari 93232 2 Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta Km. 9 Palu 94119 E-mail: feryia74@gmail.com Abstrak Rambut jagung merupakan limbah tanaman pertanian yang belum banyak dimanfaatkan. Salah satu khasiat rambut jagung yang dapat dimanfaatkan adalah sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengetahui stabilitas fisik lotion dari ekstrak etanol rambut jagung (Zea mays L.) sebagai antioksidan dan tabir surya. Ekstrak etanol rambut jagung diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak diuji aktivitas antioksidannya dengan menggunakan metode DPPH diperoleh nilai IC50 sebesar 114,75 g/mL. Lotion dibuat dengan konsentrasi ekstrak ekstrak 1,5%, 3%, dan 4,5%. Nilai IC50 dari masing-masing sediaan berturut-turut yaitu 111,68 g/mL, 110,10 g/mL, dan 109,63 g/mL.sedangkan nilai SPF dari sediaan lotion berturut-turut yaitu 8,48; 8,78; dan 9,44. Sediaan lotion yang telah diformulasi selanjutnya dilakukan evaluasi karakteristik fisik dan kestabilan lotion sebelum dan sesudah cycling test selama 6 siklus. Evaluasi karakteristik fisik meliputi pengamatan organoleptik, pengujian pH, viskositas, homogenitas dan daya sebar serta iritasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lotion secara keseluruhan stabil sebelum dan setelah dilakukan cycling test dimana sediaan yang dihasilkan berupa lotion dengan warna putih hingga coklat muda dengan bau khas, memiliki konsistensi kental dan homogen, pH berkisar 5,916,63, daya sebar 12.00017.000 cPs (sesuai dengan SNI untuk viskositas sediaan lotion), daya sebar 5,27,2 cm. Hasil uji iritasi tidak menunjukkan adanya reaksi iritasi. Kata kunci: rambut jagung, lotion, antioksidan, tabir surya 1. Pendahuluan Jagung (Zea mays L) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Penduduk beberapa daerah di Indonesia termasuk daerah di Sulawesi Tenggara juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Jagung merupakan tanaman yang paling produktif yang tumbuh baik di negara tropis maupun subtropis. Oleh karena itu jagung banyak dibudidayakan sehingga dengan demikian dihasilkan pula rambut jagung yang melimpah [1]. Rambut jagung merupakan salah satu limbah setelah tanaman jagung dipanen. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa rambut jagung mengandung beragam metabolit sekunder. Serbuk rambut jagung mengandung flavonoid dan steroid/triterpenoid [2]. Metabolit sekunder rambut jagung manis antara lain antrakuinon, alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, steroid, tanin, terpenoid, dan fenol [3]. Ekstrak air dan metanol rambut jagung mengandung fenol, flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid, saponin dan glikosida [4]. Rambut jagung mengandung senyawa flavonoid yang bersifat sebagai antioksidan sehingga dapat melindungi sel dari kerusakan akibat proses oksidasi dalam tubuh yang dipicu oleh radikal bebas [4]. Rambut jagung dapat dimanfaatkan di bidang kesehatan, diantaranya sebagai antioksidan [5], memiliki efek diuretik, menurunkan hiperglikemik [6], antidepresi [7], dan anti diabetes [8]. Ekstrak air dan ekstrak etanol rambut jagung juga memiliki aktivitas antibakteri [9]. Rambut jagung sendiri merupakan perpanjangan stigma dari bunga betina jagung yang tersusun dalam suatu tongkol yang terdapat dalam ketiak daun. Tiap tongkol mempunyai suatu tangkai yang beruas-ruas pendek dengan daun-daun yang merupakan pembalut dan tongkol tadi. Putik tersusun dalam beberapa baris pada tongkol tadi [10]. Selama ini pemanfaatan rambut jagung yang merupakan limbah dari budidaya jagung terbatas sebagai obat untuk peluruh air seni dan penurun tekanan darah [11]. Secara tradisional rambut jagung digunakan sebagai analgesik, efektif terhadap ruam kulit, digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan, melindungi terhadap alergi, efektif terhadap hipertensi dan angina, obat yang baik untuk prostatitis dan melawan tumor, efektif terhadap diare dan berbagai gangguan kemih. Ekstrak rambut jagung memberikan tekstur yang halus dan memelihara kulit akibat adanya kandungan seng oksida, dapat digunakan dalam produk sabun, pasta gigi dan kosmetik. Selain itu, rambut jagung juga merupakan emolien yang baik sehingga sesuai untuk dibuat menjadi sediaan kosmetik berupa lotion [12, 13]