Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No.2. Oktober 2010 (99-105) 99 Interaksi antara Proyektil dan Komposit Polimer diperkuat Butiran Silikon Karbid (SiC p ) dan Serat Karbon pada Pengujian Balistik Daud Simon Anakottapary 1 , Tjokorda Gde Tirta Nindhia 2 1.Mahasiswa S2 Teknik Mesin Universitas Udayana Bali 2. Jurusan Teknik Mesin universitas Udayana Bali email: nindhia@yahoo.com Abstrak Dengan meningkatnya gangguan keamanan dan serangan teroris yang melibatkan penggunaan senjata api serta untuk menjaga keamanan secara optimal maka perlindungan maksimal terhadap keselamatan baik satuan pengaman (satpam), tentara dan kepolisian haruslah dilakukan. Untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan melindungi keselamatanya, personil keamanan haruslah dilengkapi dengan baju anti peluru. Namun harga baju anti peluru komersial yang terdapat di pasar saat ini sangatlah mahal, sehingga hanya personil keamanan khusus (special force) saja yang mungkin memilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan anti peluru yang ekonomis tetapi memiliki kemampuan yang baik untuk digunakan oleh satpam atau petugas keamanan. Bahan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah polimer dari jenis polyester dengan penguat butiran silikon karbid (SiC p ) dan serat karbon. Butiran silikon karbid dipress sampai rata kedalam cetakan yang berdiameter 11.5cm dan tinggi 1cm. Setelah itu dituangkan resin polyester yang sudah dicampur dengan serat karbon sampai mencapai ketebalan 1cm. Proses pengerasan dilakukan secara alami dengan waktu 24 jam dengan menambahkan katalisator. Pengujian balistik dilakukan pada instansi terkait sesuai prosedur pengujian untuk dianalisa kemampuannya dalam menahan terjangan peluru. Kata kunci : anti peluru, komposit, poliester, silikon karbid, serat karbon. Abstract With increasing the security treat and terrorisms that involving the use of firearm and to optimize the security then maximum protection for he safety of the security guards, armies, and polices should be put in consideration. In order to conduct their duties properly and to protect their safety, the security guard should be completed with bulletproof body armor. Since the price of commercial bulletproof body armors is very expensive that only special force is possible to have it. It is the purpose of this research to develop material for bulletproof body armor with reasonable price but having good performance that can be used by security guard. In this research the SiC p was pressed in order to have a diameter surface in the 11.5cm and high 1 cm mould. Afterward the mixture of polyester and carbon fiber was poured in to the mold until reach 1 cm thickness. The natural cooling was done naturally for about 24 hours with addition of catalyst to solidify the composite. The ballistic test performance will be conducted with cooperation with the institution that has authority for this activity, and the result will be analyzed and reported. Key words: bulletproof body armor, composite, polyester, silicon carbide, carbon fiber 1. PENDAHULUAN Dewasa ini perkembangan ilmu material untuk pelindung tubuh tahan peluru (body armors) sangat pesat sesuai dengan tuntutan. Secara tradisional, bahan baju tahan peluru terbuat dari baja dengan tingkat kekerasan yang tinggi. Namun, permintaan baja ringan untuk perlindungan tubuh dari terjangan proyektil peluru telah menyebabkan penyelidikan tertuju pada bahan alternatif[1]. Dalam beberapa dekade terakhir, bahan bukan logam, seperti keramik dan komposit, telah dimasukkan dalam kelompok penelitian untuk semakin lebih efisien sebagai bahan ringan. Secara khusus, karena kepadatan keramik yang rendah, kekerasan tinggi, kekakuan tinggi dan kekuatan dalam kompresi, sehingga keramik banyak digunakan sebagai bahan armor [2]. Secara umum definisi dari Kata komposit dalam pengertian bahan komposit berarti terdiri dari dua atau lebih bahan yang berbeda yang digabung atau dicampur secara makroskopis menjadi suatu bahan yang berguna [3]. karena bahan komposit merupakan bahan gabungan secara makro, maka bahan komposit dapat didefinisikan sebagai suatu sistem material yang tersusun dari campuran/kombinasi dua atau lebih unsur-unsur utama yang secara makro berbeda di dalam bentuk dan atau komposisi material yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan. [4] Pada umumnya komposit terdiri dari dua bahan penyusun, yaitu bahan utama sebagai bahan pengikat dan bahan pendukung sebagai penguat. Bahan utama membentuk matrik sedangkan penguat ditanamkan di dalamnya. Bahan penguat dapat