Manfaat Adiponektin Dan Leptin Dalam Memantau Efek Latihan Fisik Terhadap Fungsi Adiposa Penderita Sindrom Metabolik Nani Cahyani Sudarsono, *,** Bunga Listia Paramita, *** Diczen, *** Dimas Nugroho, *** Meisya Shabrina *** * Ketua Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga, Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ** Center for Sports and Exercise Studies, Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, *** Peserta Pendidikan Dokter Spesialis, Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga, Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Abstrak Pendahuluan: Prevalensi sindrom metabolik (MetS) di Indonesia semakin meningkat, dengan usia tertinggi pada 45-54 tahun, disertai mortalitas dan morbiditas komplikasinya yang tinggi dan berbiaya besar. Pemeriksaan adiponektin, leptin, dan rasionya diduga berguna dalam memantau dan mengkuantifkasi perbaikan fungsi jaringan lemak tubuh setelah latihan fsik. Kajian literatur ini bertujuan mengetahui manfaat pemeriksaan adiponektin, leptin, dan rasionya dalam memantau efek latihan fsik terhadap fungsi jaringan lemak tubuh penderita pra-lansia (45-59 tahun) dan lansia (>60 tahun) dengan MetS. Metode: Tinjauan literatur melalui hand searching dan penelusuran database pubmed dengan sejumlah kriteria inklusi terkait manfaat pemeriksaan leptin dan adiponektin dalam memantau efek latihan fsik terhadap fungsi adiposa pada populasi pra-lansia dan atau lansia dengan MetS. Hasil: Latihan fsik signifkan meningkatkan kadar adiponektin (mean diference (MD): 0,42 µg/mL; 95% CI 0,23, 0,60, p < 0,0001), dan menurunkan kadar leptin (MD: -1,89 ng/ml; 95% CI, -2,64, -1,14, p<0,0001). Latihan aerobik intensitas tinggi bahkan dapat menurunkan kadar leptin sebesar 6.29 ng/ml (p <0.001), dan meningkatkan kadar adiponektin sebesar 0,74 μg/ml (p = 0,04). Perubahan signifkan ini terutama terjadi pada laki-laki dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) 30 kg/m 2 and 25.0-29. 9 kg/m 2 . Kesimpulan: Pemeriksaan rasio adiponektin/leptin berpotensi memberikan manfaat di kemudian hari dalam tatalaksana MetS sebagai metode evaluasi biomarker fsiologis terkait intervensi latihan fsik. Sedikitnya laboratorium yang mampu laksana, dan cukup besarnya biaya pemeriksaan, menyebabkan sebagian besar pelaksanaannya masih ditujukan untuk penelitian. Penerapan pola hidup sehat, konsumsi gizi seimbang, kebiasaan beraktivitas fsik dan latihan fsik teratur masih merupakan saran terbaik dalam mencegah terjadinya MetS. Kata kunci: Adiponektin, Biomarker, Latihan fsik, Leptin, Sindrom metabolik Korespondensi: Bunga Listia Paramita E-mail: bunga.listia@gmail.com Artikel Penelitian J Indon Med Assoc, Volum: 73, Nomor: 4, Agustus - September 2023 172