Tropical Livestock Science Journal E-ISSN : 2964-9439 Volume 1 Nomor 2 April 2023 67 Analisis Potensi Limbah Peternakan Sapi Potong sebagai Penyedia Pupuk Organik dDi Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu Potential Analysis of Beef Farm Waste as A Provider of Organic Fertilizer in Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu Rastono, Oki Imanudin, Dini Widianingrum Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Majalengka Jl. K.H. Abdul Halim No. 103 Majalengka, Jawa Barat 45418, Indonesia Corresponding author: rastono303@gmail.com ABSTRACT This research was conducted at the Banteng Tani Livestock Group, Losarang District, Indramayu Regency from February 20 to March 30, 2022. This study aims to analyze the potential of beef cattle farm waste in providing organic fertilizer needs for the community in Losarang District, Indramayu Regency. This study uses a descriptive method that is analyzing the cost efficiency of organic fertilizer production using R/C ratio analysis. The results of the feasibility analysis of farming using the balance of revenues and costs (R/C ratio) with a value of 1.84. This means that each expenditure of Rp. 1 will generate revenue of Rp. 1.84. The coefficient value of the R/C ratio shows a number more than 1, so it can be concluded that the use of costs in the organic fertilizer production process in the Banteng Tani group is efficient. Keywords Beef Cattle Livestock Waste, Composting, Organic Fertilizer, R/C ratio PENDAHULUAN Penggunaan pupuk kimia dalam meningkatkan hasil usaha pertanian tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan para petani bahkan sudah menjadi ketergantungan. Para ahli lingkungan hidup mengkhawatirkan dampak dari pemakaian pupuk kimia akan menimbulkan tingkat polusi tanah yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Penggunaan pupuk kimia secara berkelanjutan menyebabkan berbagai macam kerugian diantaranya menurunkan hara tanah, mengganggu keseimbangan ekosistem tanah dan dapat mengakibatkan pengerasan tanah. Pengerasan tanah diakibatkan terjadinya penumpukan residu pupuk kimia dalam tanah. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas dan produktivitas tanah. Sifat bahan kimia relatif lebih sulit terurai atau hancur dibandingkan dengan bahan organik. (Widianingrum et al, 2019). Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan memanfaaatkan limbah peternakan menjadi pupuk organik. Limbah peternakan umumnya meliputi semua kotoran yang dihasilkan dari suatu kegiatan usaha peternakan, baik berupa limbah padat dan cairan, gas, ataupun sisa pakan (Widianingrum et al, 2021). Limbah peternakan adalah semua buangan dari usaha peternakan yang bersifat padat, cair dan gas. Limbah padat merupakan semua limbah yang berbentuk padatan atau dalam fase padat (kotoran ternak, ternak yang mati atau isi perut dari pemotongan ternak). Limbah cair adalah semua limbah yang berbentuk cairan atau berada dalam fase cair (air seni atau urine, air pencucian alat-alat). Sedangkan limbah gas adalah semua limbah yang berbentuk gas atau berada dalam fase gas (Soehadji, 1992).