50 Destinesia Jurnal Hospitaliti & Pariwisata, Vol. 1, No. 1, September 2019, pp. 50-56 ISSN 2686-2042 http://ojs.stiami.ac.id journaldestinesia@gmail.com/destinesiajournal@stiami.ac.id POTENSI BUBUR ASE SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER JAKARTA Lila Muliani a,1, * a Hospitaliti dan Pariwisata, Institut Stiami, Jakarta 1 Email :lilamuliani@gmail.com * * corresponding author ABSTRAK Makanan dan pariwisata merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Kemana pun seseorang berwisata, tentu akan selalu membutuhkan makanan untuk mengisi perutnya. Namun, tren wisata kuliner yang berkembang sejak awal tahun 2000 lalu, memposisikan makanan bukan hanya sekedar pengganjal rasa lapar. Makanan tradisional yang menjadi kekhasan sebuah daerah bisa menjadi daya tarik yang menimbulkan motivasi berkunjung bagi wisatawan. Jakarta, sebagai ibukota yang tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan, baik dalam ataupun luar negeri, memiliki banyak potensi kekayanan kuliner yang dapat menjadi daya tarik wisata. Sayangnya hingga saat ini jumlah makanan tradisional Betawi yang dikenal masyarakat masih terbatas. Kelezatan kuliner Betawi pun tampaknya belum cukup kuat menjadi faktor daya tarik yang memotivasi wisawatan untuk datang. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa potensi salah satu makanan tradisional Betawi, yaitu Bubur Ase, untuk dapat menjadi daya tarik wisata kuliner di Jakarta. Sajian Bubur Ase ini unik karena merupakan perpaduan bubur, semur, dan asinan. Cita rasanya berbeda dari bubur lain yang sudah terkenal. Penelitian kualitatif ini menggunakan data primer dari hasil observasi, FGD dan in depth interview dengan tokoh dan pakar kuliner Betawi, serta data sekunder dari berbagai buku dan informasi digital. Analisis dilakukan dengan menggunakan SWOT analysis untuk medapatkan gambaran faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi Bubur Ase. ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords Potensi ,Dayatarik Wisata,Kuliner Jakarta, Bubur Ace Food and tourism can not be separated. Travellers will always need food to fill his stomach. However, trend of culinary tourism which begun to be popular in the beginning of the year 2000 has come to the definition that food is not only something to satisfy someones’ hunger. Traditional food of one destination could become an attraction to motivate tourists to come. Jakarta as the capital city that never stop welcoming tourists domestic and abroad - to come, has many potential culinary attractions. Unfortunately,until today, traditinal food of Betawi - Jakarta people that is known by people are very limited in number. The delightfull of Betawi cuisine is not yet being tourist attractions. This study was conducted to analyze Bubur Ase, one of Betawi cuisine, to become a culinary attractions for tourist to come. This special dish is very unique since it is a mixture of porridge, beef stew in sweet soy sauce, and vegetable pickles. The taste is different from another porridge that is already famous. This qualitative research uses primary data from observations, FGD, and in depth interview with Betawi culinary experts. SWOT analysis is used to get a whole picture of internal and external factors that is affected Bubur Ase. The resulf of the study shows that Bubur Ase is potential to become an attractiom for culinaru tourism in Jakarta. The uniqueness and harmonization of taste, historical stories, cultural values and philosophies in a bowl of Bubur Ase are the strenghts that can be developed and promoted. Some weaknesses and threats could be overcome if this dish is already popular. CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Institut STIAMI Online Journal System (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia)