WIRATANI : Jurnal Ilmiah Agribisnis Vol 5 (2), 2022 E-ISSN 2614-5928 wiratani.agribisnis.fp@umi.ac.id Available online at: http://jurnal.agribisnis.umi.ac.id Copyright (c) 2022 Sri Putri Siswani, Ida Rosada, Farizah Dhaifina Amran. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. ANALISIS RISIKO DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI JAGUNG (Zea Mays L.) (Studi Kasus di Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng) Sri Putri Siswani 1 , Ida Rosada 1 , Farizah Dhaifina Amran 1 1 Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia *Penulis Korespondensi, email: sriputrisiswani@gmail.com Diserahkan:31/08/2021 Direvisi:03/09/2021 Diterima:21/09/2021 Abstrak. Risiko produksi merupakan sumber risiko yang berasal dari kegiatan produksi diantaranya adalah gagal panen, rendahnya produktivitas, kerusakan barang yang ditimbulkan oleh serangan hama dan penyakit, perbedaan iklim dan cuaca, kesalahan sumberdaya manusia dan masih banyak lagi. Tujuan penelitian yaitu 1). Mengidentifikasi risiko yang mempengaruhi produksi usahatani jagung. 2). Menganalisis tingkat risiko usahatani jagung. 3). Menganalisis berapa besar produksi dan produktivitas usahatani jagung 4). menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng. Pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Maret – April 2021. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 400 orang dengan sampel 40 responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis koefisien variasi dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini adalah risiko yang dialami oleh petani yaitu cuaca dan iklim dengan skor 108, rata-rata 2,7 dan kategori tinggi. Hama dan penyakit dengan skor 67, rata-rata 1,6 dan kategori rendah. Kesalahan teknis dengan skor 54, rata-rata 1,3 dan kategori rendah. Tingkat risiko produksi dialami oleh petani adalah risiko rendah dengan nilai 0,13 artinya nilai koefisien variasi lebih kecil dari nilai 0,5. Produksi dan produktivitas usahatani jagung dengan rata-rata produksi 4.180 kg dan rata-rata produktivitas 5,57 ton/ha. Produksi usahatani jagung secara bersama-sama dipengaruhi oleh luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk urea, pupuk ZA, herbisida. Secara parsial variabel luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani jagung. Kata Kunci: jagung; risiko; produksi; produktivitas Cara Mensitasi: Siswani, S. P., Rosada, I. Amran, F. D. (2022). Analisis Risiko dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jagung (Zea Mays L.). Wiratani : Jurnal Ilmiah Agribisnis, Vol 5 No. 2: Desember 2022, pp 116 – 124. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. Sektor pertanian pada setiap tahap pembangunan di Indonesia, penting untuk dikembangkan karena memberikan kontribusi yang cukup tinggi pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Tingginya kebutuhan industry pangan dan pakan ternak jagung mendorong dilakukannya upaya-upaya peningkatan produksi jagung (Syahruddin dkk., 2022). Pada tahun 2015, produksi tanaman jagung di Indonesia mencapai 20,6 juta ton pipilan kering per tahun sedangkan kebutuhan jagung sebesar 19,43 juta ton atau surplus sebesar 1,17 ton pipilan kering (Dirjen Tanaman Pangan, 2015). Hal ini menunjukkan bahwa pertanian berperan sebagai sumber ketahanan pangan nasional, penyerap angkatan kerja, meningkatkan pendapatan petani serta sebagai sumber devisa bagi negara. Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi (Sa’adah dkk., 2022). Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari biji), dibuat tepung (dari biji, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena) dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya) (Hidayah dkk., 2020). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi. Banyak pendapat dan teori mengenai asal tanaman jagung, tetapi secara umum para ahli sependapat