Perancangan Ulang Komponen Halte TMB Berdasarkan Kebutuhan Penyandang Disabilitas (Studi Kasus Tunarungu) Muhamad Naufal Farizi 1 , Fajar Sadika 2 , Hardy Adiluhung 3 Prodi Desain Industri, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom, Bandung farizinaufal@student.telkomuniversity.ac.id, fajarsadika@telkomuniversity.ac.id, hardyadiluhung@telkomuniversity.ac.id Abstrak Halte Trans Metro Bandung (TMB) merupakan halte yang dibangun oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk dapat digunakan oleh pengguna Bus TMB. Dalam penerapan halte TMB Kota Bandung ini belum memenuhi standar teknis perekayasaan TPKPU serta tidak aksesibel terutama untuk penyandang difabel tunarungu, maka dari itu komponen pada Halte TMB harus disesuaikan. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, dituliskan pada BAB IV tentang pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas pasal 27 ayat 1: pemerintah dan pemerintah daerah wajib melakukan perencanaan, penyelenggaraan, dan evaluasi tentang pelaksanaan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Sehingga dalam sebuah fasilitas umum yang telah disediakan oleh pemerintah harus dapat digunakan seluruh pengguna. Metode yang digunakan pada perancangan ini ialah metode komparatif, yakni dengan cara membandingkan data literatur dengan data lapangan. Dari hasil perbandingan data literatur dengan data lapangan maka komponen yang dirancang harus yang memiliki fungsi sesuai untuk penyandang yaitu ruangan yang berbentuk, papan informasi, foam acoustic dan Lampu/pencahayan. Kata Kunci: Perancangan, Halte, Tunarungu, Literatur Abstract Bus Stop Trans Metro Bandung (TMB) is the bus stop was built by the Department of Transportation of Bandung for Bus users can use TMB. In applying this bus stop TMB Bandung do not meet technical standards with TPKPU as well as not accessible mainly to the disabled deafspace, disabled from that component on TMB bus stop should be adjusted In The Legislation Of The Republic Of Indonesia No.8 (2016) about Persons with Disability, is written in CHAPTER IV regarding the implementation of the respect, protection and fulfilment of the rights of persons with disability article 27 paragraph 1: the Government and the local government is obliged to do the planning, organizing, and evaluation of implementation of the respect, protection and fulfilment of the rights of persons with disability. So in a public facility that has been provided by the Government should be able to use the rest of users. The methods used in this design is the comparative method, i.e. by way of comparing the data with the literature data field. From the results of the comparison of data with the literature data field then the component should be designed which has a function room suitable for the disabled, namely in the form of, information boards, foam acoustic and Light. Keywords : Design, Bus Stop, Deaf, Literature 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Halte Trans Metro Bandung (TMB) merupakan halte yang dibangun oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk dapat digunakan oleh pengguna Bus TMB. Dalam penerapan halte TMB Kota Bandung ini belum memenuhi standar teknis perekayasaan TPKPU serta tidak aksesibel sehingga halte tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga Kota Bandung, terutama untuk penyandang difabel tunarungu. Permasalahan kesetaraan pada halte TMB untuk penyandang tunarungu belum terpenuhi dikarenakan komponen kebutuhan untuk tunarungu pada halte TMB belum terpenuhi atau belum tersedia di Halte TMB koridor 1 Elang. ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 3197 CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Open Library