Citation: Priyantono, E., Purwanto, Y. A, & Sobir (2016) Penyimpanan Dingin Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bima Brebes, Tajuk, dan Bali Karet Warta IHP, 33(1),32-38 Halaman | 32 Penyimpanan Dingin Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Bima Brebes, Tajuk, dan Bali Karet Low Temperature Storage of Shallot (Allium ascalonicum L.) Variety of Bima Brebes, Tajuk, and Bali Karet Eko Priyantono a , Yohanes Aris Purwanto b,d , dan Sobir c,d a Program Studi Teknologi Pascapanen, Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor Jl. Raya Dramaga, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680 b Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor Jl. Raya Dramaga, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680 c Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor Jl. Raya Dramaga, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680 d Pusat Kajian Hortikultura Tropika, Institut Pertanian Bogor Jl. Raya Pajajaran, Kampus IPB Baranangsiang Bogor 16141 arispurwanto@gmail.com Riwayat Naskah: Diterima 06, 2016 Direvisi 07, 2016 Disetujui 07, 2016 ABSTRAK: Bawang merah sebagai komoditas hortikultura memiliki permintaan yang cukup tinggi diketahui sebagai bahan segar yang cepat mengalami penurunan mutu secara fisik maupun kimia. Teknik penyimpanan suhu rendah merupakan salah satu metode penanganan pascapanen bawang merah untuk mempertahankan mutunya hingga ketangan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh suhu penyimpanan terhadap perubahan mutu bawang merah serta mengetahui respon beberapa varietas bawang merah terhadap penyimpanan pada suhu rendah. Bawang merah yang digunakan dalam penelitian ini adalah varietas Bima Brebes, Tajuk dan Bali Karet. Sampel bawang merah dikemas ke dalam plastik net masing-masing sebanyak 2 kg dan disimpan di suhu 0 dan 5 o C RH 65-70% dan suhu ruang 25-32 o C dengan RH 50-88% selama 3 bulan. Hasil pengukuran menunjukkan suhu penyimpanan 0 o C dapat mempertahankan kualitas bawang merah hingga akhir penyimpanan tanpa ditemukan kerusakan umbi untuk semua varietas. Kerusakan tertinggi yaitu 35.81%,ditemukan untuk varietas Bima Brebes yang disimpan pada suhu 5 o C. Kata kunci: bawang merah, penyimpanan suhu rendah, kualitas, kerusakan ABSTRACT: Shallot can be classified as a perishable horticultural product. Low temperature storage is a common method in extending self-life and maintaining freshness of perishable horticultural products. The objectives of this study were to determine optimum temperature storage of shallot and to analyze the effect of different temperature storage conditions on the quality of shallot variety of Bima Brebes, Tajuk, and Bali Karet. A sample of shallots was packed into the plastic net. Each packaging contained 2kg of shallots. Storage temperature was set at 0 and 5 o C with RH 65-70% and room temperature (25-32 o C) with RH 50-88 %. The period of storage was set for 3 months. The experiments were carried out in triplicate. The results showed that temperature of 0 o C could maintain the quality of shallot up to 3 months with no disorder shallot bulb was found for all varieties. The highest disorder bulb i.e. 35.81% was found for shallots variety of Bima stored at 5 o C. Keywords: shallot,bulb disorder, low-temperature storage, quality change.