Jurnal Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil (MoDuluS) p-ISSN 2714-9021 Volume 2, No 2, Desember 2020, pp 26-33 e-ISSN 2714-9013 26 Analisis Perkerasan Kaku Metode AASHTO 1993 dan Metode Austroads 2012 Terhadap Keekonomisan Biaya M. Abi Hartono 1) , Eva Azhra Latifa 2) 1) Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Politeknik Negeri Jakarta, Kampus UI Depok; Telp. 021-7270036. Email: muhammad.abihartono@gmail.com 2) Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Politeknik Negeri Jakarta, Kampus UI Depok; Telp. 021-7270036. Email: evaashra@gmail.com Abstrak Terdapat banyak metode dalam mendesain tebal perkerasan kaku, diantaranya metode AASHTO 1993 dan metode AUSTROADS 2012. Pemilihan metode perencanaan yang tepat untuk suatu pekerjaan mempunyai peranan penting terkait dengan indikator keberhasilan suatu proyek dalam hal ini konstruksi perkerasan kaku yang memenuhi syarat teknis dan biaya yang ekonomis. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk membandingkan tebal pelat beton dan biaya yang diperlukan konstruksi perkerasan kaku dengan lapisan tanah dasar yang diberi perkuatan dengan penambahan semen dibandingkan dengan lapisan tanah dasar yang diberi lapisan geotekstil. Tujuan penelitian ini adalah : menetukan tebal perkerasan kaku dan memilih biaya yang lebih ekonomis. Tebal pelat beton menggunakan metode AASHTO 1993 dan Austroad 2012 dihitung serta dianalisis biaya yang paling ekonomis dari kombinasi tanah dasar, pondasi atas, serta struktur plat beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila menggunakan metode AASHTO 1993 menghasilkan tebal lean concrete 10 cm dan ketebalan pelat beton 27 cm. Sedangkan untuk metode AUSTROADS 2012 menghasilkan tebal lean concrete 10 cm dan ketebalan pelat beton 21 cm. Biaya yang paling murah didapatkan dari kombinasi (Perkerasan AUSTROAD, Tanah Stabilisasi, dan Pondasi Bawah) memerlukan biaya sebesar Rp.71,394,879,243 Kata kunci : AASHTO, autroads, perkerasan kaku, tebal pelat, biaya. Abstract There are many methods in designing rigid pavement thickness, including the 1993 AASHTO method and the AUSTROADS 2012. The selection of the right planning method for a job has an important role related to the success indicators of a project in this case rigid pavement construction that meets technical requirements and economical costs. Therefore, a study was conducted to compare the thickness of concrete slabs and the costs required for rigid pavement construction with a subgrade layer reinforced with the addition of cement compared to a subgrade layer given a geotextile layer. The purpose of this study is to determine the thickness of the rigid pavement and choose a more economical cost. The thickness of concrete slabs using the AASHTO 1993 and Austroad 2012 methods is calculated and analyzed the most economical cost of the combination of subgrade, upper foundation, and concrete plate structure. The results showed that when using the 1993 AASHTO method it produced a lean concrete thickness of 10 cm and a thickness of a concrete plate of 27 cm. Whereas the AUSTROADS 2012 method produces a lean concrete thickness of 10 cm and a thickness of a concrete plate of 21 cm. The lowest cost obtained from the combination (Pavement AUSTROAD, Soil Stabilization, and Lower Foundation) requires a fee of Rp.71,394,879,243 Keywords: AASHTO, austroads, rigid pavement, plate thickness, cost. 1. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi yang disertai pesatnya pertambahan jumlah kendaraan, menuntut para akademisi terutama di bidang teknik sipil untuk memperdalam kemampuannya dalam meningkatkan sarana insfrastruktur terutama jalan. Perlu perencanaan jalan yang matang agar tingkat pelayanan, kenyamanan, dan keamanan pengguna jalan bisa terwujud (Apriyatno, 2015). Berkurangnya waktu dan biaya perjalanan serta peningkatan keselamatan merupakan hasil akhir dari sistem jalan yang dirancang dengan baik. Jalan tol Lingkar Luar Bogor atau disebut Bogor Outer Ring Road (BORR) dibangun sebagai salah satu solusi untuk mengatasi tingginya volume kendaraan yang berasal dari kota – kota penyangga di