Jurnal Pengabdian Kampus ISSN 2252-8628(p); 2776-091X(e) Vol 10. No.2, 183-190, Desember 2023 183 Pembuatan Batik Memanfaatkan Bahan Alami dengan Teknik Ecoprint Pounding dalam Melatih Kreativitas Peserta Didik di SMA Negeri 1 Cikeusal, Banten Ina Yuliana Dewi¹, Anas Lutfi¹, Sri Handayani Astuti¹, Wida Putri Pramudita¹, Muhammad Rafik¹, Siti Ahdiati Fatimah Azzahra¹, Odita Mulyana Putri¹, Tati Hartati¹, Ratu Zulfi Amaliah¹, Silvia Riskina Said¹, Tejo Sunarno², Khaerul Husen², Eka Hastuningsih², Najmi Firdaus¹* ¹Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ²SMA Negeri 1 Cikeusal, Banten *Email: najmi@untirta.ac.id Abstract Ecoprint is a sustainable batik art technique that uses natural materials, such as leaves and flowers, as a source of natural dyes to create patterns on the canvas. This study aimed to describe the training process of making ecoprint batik using the pounding technique and to assess the responses of students at SMA Negeri 1 Cikeusal, Banten, Indonesia. The training was implemented using a four-phase method: preparation, socialization, training implementation, and evaluation. The results showed that the training was successful and received positive responses from the students. The students' creativity was enhanced through their exposure to ecoprint batik, a novel and environmentally friendly technique. This study provides a valuable reference for implementing environmentally friendly activities in high schools and training students' creativity. Keywords: batik, ecoprint pounding, natural materials, students' creativity. Pendahuluan Hari Batik Nasional adalah perayaan khusus yang menjadi sorotan dalam kalender budaya Indonesia. Setiap tahun, pada tanggal 2 Oktober, bangsa Indonesia merayakan keindahan dan keberagaman seni batik, yang telah lama menjadi simbol budaya dan kearifan lokal. Batik adalah salah satu warisan tak benda yang kaya makna dan memiliki akar sejarah yang dalam, menceritakan cerita tentang kekayaan budaya dan tradisi bangsa Indonesia (Widadi, 2019). Hari Batik, sebuah perayaan kultural yang dihormati dan dirayakan di berbagai wilayah Indonesia, menjadi momen penting untuk memperkaya warisan seni tekstil tradisional Indonesia. Batik telah lama menjadi simbol budaya dan identitas bangsa, serta telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) yang turut memperkaya khazanah budaya Indonesia. Dalam upaya melestarikan dan mempromosikan seni batik, perlu dipahami bahwa teknik dan praktik pembuatan batik tidak hanya merupakan peninggalan berharga yang harus dilestarikan, tetapi juga merupakan wahana kreativitas yang dapat terus berkembang. Ecoprint menjadi satu dari sekian banyak inovasi dalam seni batik yang berfokus pada penggunaan bahan-bahan alami dan teknik ekologis. Ecoprint adalah metode yang menggunakan bahan-bahan alami, seperti daun, bunga, dan tumbuhan lainnya, sebagai sumber pewarna alami untuk mencetak pola pada kain (Kharishma dan Septiana, 2019). Pewarna alami diperoleh dari pigmen yang terdapat pada bagian organ tumbuhan seperti akar, buah, daun dan kulit kayu (Rusja et,al., 2018). Pewarna alami dapat dijadikan alternatif karena selain sifatnya yang tidak berbahaya, mudah terurai, ramah lingkungan, dan menghasilkan bermacam-macam warna. Selain menghasilkan desain yang unik, teknik ecoprint ini mempromosikan keberlanjutan lingkungan dan penggunaan bahan-bahan organik. Oleh karena itu,