Prosiding Seminar Nasional P-ISSN 2623-0291 E-ISSN 2623-2774 Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala Sabtu, 29 September 2018 381 Membangun Pendidikan yang Mandiri dan Berkualitas pada Era Revolusi Industri 4.0 Aula Universitas Muhammadiyah Mataram Pengaruh Worksheet Berorientasi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Kognitif Mahasiswa Saidil Mursali 1 & Titi Laily Hajiriah 2 1,2 Program Studi Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Mataram 1 saidilmursali@ikipmataram.ac.id Abstract; Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh worksheet berorientasi pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan kognitif mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan posttest-only control group design. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas A Prodi Pendidikan Kimia sebagai kelas eksperimen dan kelas A Pendidikan Fisika sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes kemampuan kognitif. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan program SPSS 17.0. Hasil penelitian diperoleh keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen mencapai kategori baik, sedangkan kelas kontrol mencapai kategori sangat baik, artinya proses pembelajaran di kedua kelas berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Hasil uji hipotesis kemampuan kognitif mahasiswa diperoleh nilai thitung = 7,79 dan ttabel = 2,10 pada taraf signifikan 5%, sehingga t hitung lebih besar dari ttabel, maka dapat dipastikan Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hipotesis awal diterima. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh worksheet barorientasi pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan kognitif mahasiswa. Kata kunci : Worksheet, Inkuiri, dan Kemampuan kognitif PENDAHULUAN Pembelajaran sains (IPA) memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai pada diri peserta didik termasuk mahasiswa sebagai calon guru. Pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung agar mereka mampu memahami alam sekitar (Depdiknas, 2003). Oleh karena itu, dalam p elaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas, dosen sebagai seorang pendidik harus dapat menciptakan suasana nyata bagi mahasiswa dengan objek yang dipelajari. Berbagai kesempatan harus diberikan kepada mereka untuk bersentuhan langsung dengan objek yang sedang dipelajari, sehingga keterampilan dan kemampuan mereka bisa diasah dan dikembangkan. Salah satu kemampuan yang sangat penting diasah bagi mahasiswa keguruan adalah kemampuan berpikir (kognitif). Kemampuan kognitif merupakan kemampuan dasar bagi mereka karena sebagai calon guru, mahasiswa harus mampu memfasilitasi peserta didiknya dalam memahami materi yang diajarkan. Oleh karena itu sangat penting melatih kemampuan kognitif mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat mengarahkan mahasiswa agar kemampuan kognitif mereka dapat terlatih adalah pembelajaran inkuiri. Dalam pembelajaran inkuiri mahasiswa diberi peluang untuk mencari, meneliti, dan memecahkan jawaban dengan menggunakan teknik pemecahan masalah. Proses pembelajaran berlangsung secara ilmiah, mahasiswa bekerja dan mangalami, serta diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga dapat melatih kemampuan berpikir (Anam, 2016). Penggunaan model pembelajaran inkuiri mengarahkan mahasiswa untuk lebih mandiri dan kreatif dalam kegiatan belajar, dituntut aktif terlibat dalam situasi belajar. Mahasiswa diarahkan untuk menemukan masalah, mengajukan pertanyaan, selanjutnya menghimpun informasi sebelum mengambil keputusan. Kegiatan pembelajaran seperti ini lebih mendewasakan mahasiswa dalam cara berpikir dan memecahkan masalah yang ada secara intlektual. Anam (2016), menyatakan pembelajaran inkuiri dapat mengembangkan kemampuan berpikir sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektuan sebagai bagian dari proses mental. Lembar kerja mahasiswa (Worksheet) berorientasi pembelajaran inkuiri yang telah dikembangkan dan dihasilkan pada penelitian sebelumnya, diyakini mampu memberikan pengaruh pada kemampuan berpikir