I. Pendahuluan
Peripheral Artery Disease (PAD) adalah kondisi dimana
aliran darah ke tungkai tersumbat akibat penyempitan
pembuluh darah yang berasal dari jantung. PAD dikaitkan
dengan peningkatan risiko amputasi ekstremitas bawah
dan juga merupakan penanda atherothrombosis pada
kardiovaskular, serebrovaskular, dan renovaskular. Jika
PAD memburuk akan berpengaruh terhadap tingkat
kelangsungan hidup satu tahun 30-50% dan lima tahun
sebesar 14.4% [1]. PAD diketahui sebagai salah satu
komplikasi utama dari penyakit diabetes mellitus tipe 2
(DMT2) [2]. Pasien PAD mengalami penurunan aktivitas,
kapasitas fungsional harian dan kualitas hidup [3].
Umumnya pasien yang mengidap PAD tidak sadar
menderita PAD disebabkan tidak ada gejala dan tanda
yang bermakna. Pasien dengan DMT2 dan PAD beresiko
tinggi mengalami iskemik dan dapat berakibat amputasi
[4]. Oleh karena itu deteksi terhadap penyakit PAD sangat
dibutuhkan.
Pemeriksaan penunjang yang paling sederhana untuk
mendeteksi PAD adalah dengan mengukur Ankle Brachial
Index (ABI). ABI merupakan pengujian non-invasif
untuk insufensi arteri dengan cara membandingkan rasio
tekanan darah sistol kaki dan sistol lengan. Pemeriksaan
ABI memiliki sensitivitas 79% dan spesifsitas 96% dalam
mendiagnosis penyakit arteri perifer [5]. Nilai ABI yang
normal berada pada rentang 0.9≤ x ≤ 1.3, Nilai ABI pada
Rancang Bangun Alat Ukur Ankle Brachial
Indeks untuk Deteksi Peripheral Artery Disease
Rika Wahyuni Arsianti, Sardina, Fairul, Irfan, dan Mulyadi
Universitas Borneo Tarakan
Jl. Amal Lama No.1 Kampus UBT, Tarakan,77123
e-mail: rika.arsianti@borneo.ac.id
Abstrak—Salah satu cara untuk mendeteksi penyakit Peripheral Artery Diseases (PAD) adalah dengan mengukur
nilai Ankle Brachial Index (ABI). Pengukuran nilai ABI sangat penting dilakukan karena umumnya pasien tidak
sadar menderita PAD disebabkan tidak ada gejala dan tanda yang bermakna. Pasien diabetes mellitus tipe 2
cenderung mengalami komplikasi PAD yang meningkatkan resiko kejadian kardiovaskular dan mortalitas. Oleh
karena itu pengukuran nilai ABI secara reguler sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya PAD. Deteksi dini
dan pemantauan terhadap PAD secara terus menerus melalui pengukuran nilai ABI dapat mencegah komplikasi
kaki seperti luka, gangren dan amputasi. Metode yang umum digunakan untuk mengukur ABI menggunakan
doppler. Namun tidak semua tempat pelayanan kesehatan memiliki alat ini karena harganya yang mahal dan
penggunaannya yang relatif sulit. Tujuan Penelitian ini adalah membuat alat ukur ABI yang sederhana dan mudah
dalam pemakaian menggunakan sensor tekanan berbasis mikrokontroler. Dua buah sensor tekanan akan mengukur
nilai sistol pada lengan dan kaki untuk mendapatkan nilai ABI. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 20 orang
yang terdiri atas 10 orang sehat dan 10 pasien diabetes mellitus. Dari hasil penelitian prototipe ABI ini memiliki error
rata-rata sebesar 0.5% dengan tingkat akurasi sebesar 99%. Hal ini menunjukkan bahwa prototipe ABI dapat
digunakan untuk diagnosa PAD.
Kata kunci: ankle brachial indeks, mikrokontroler, sensor tekanan, sistol ,tekanan darah
Abstract—ABI measurements are performed to detect PAD. ABI measurements are essential because, generally,
patients are not aware of having PAD due to no signifcant signs and symptoms. Type 2 Diabetes Mellitus Patients
tend to have PAD, which increases the risk of cardiovascular and mortality. Therefore, the measurement of ABI
regularly is needed to prevent PAD. Early detection and regular monitoring of PAD by measuring ABI can avoid
foot complications, such as injuries, gangrene, and amputation. The standard method to measure ABI is using
Doppler. Unfortunately, not all health care providers have Doppler because it is an expensive instrument and
relatively difcult to use. The purpose of this study is to design a simple and easy Prototype to measure ABI by using
pressure sensors. Two pressure sensors measure the systole of blood pressure in the arm and leg to get the ABI. This
study’s sample is 20 people consisting of 10 healthy people and ten diabetes mellitus patients. The result shows the
ABI prototype has an error of 0.53% with an accuracy rate of 99.47%. It is indicated that the ABI prototype can be
used for diagnosing PAD.
Keywords: ankle brachial index, microcontroller, pressure sensor, systole, blood pressure
Copyright © 2020 Jurnal Rekayasa Elektrika. All right reserved
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol. 16, No. 3, Desember 2020, hal. 135-142
ISSN. 1412-4785; e-ISSN. 2252-620X, Terakreditasi RISTEKDIKTI No. 36b/E/KPT/2016
DOI: 10.17529/jre.v16i3.17877
Received 01 September 2020; Revised 22 October 2020 ; Accepted 22 November 2020
135