10 J. Ind.Che.Acta Vol. 3 (1) November 2012 ! "#!$ ! %#&’!" (&" Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Binawidya KM 12,5 Simpang Baru Pekanbaru, 28293, Indonesia E1mail: hyt@unri.ac.id An investigation on the toxicity of pulai basung ( Bl) extract has been done using brine shrimp lethality test (BSLT) method. The extract was obtained by macerating the stem barks of using 1hexane and methanol respectively. The methanol extract was fractionated based on a method for isolation of alkaloid compounds to afford a crude alkaloid extract. Since a trace of alkaloids was detected in the remaining aqueous solution, this solution was then partitioned with 1butanol to give a 1butanol extract. An effect of toxicity from those extracts were identified for their death persentage of nauplii and counted for their LC 50 by probit analysis. The result showed that the crude alkaloid extract was more toxic than other extracts with LC 50 163 ppm. "(#& : Bl, Leach, BSLT, LC 50 Sejak lama penyakit kanker menjadi salah satu penyakit yang menakutkan bagi banyak orang. Hal ini disebabkan karena kanker merupakan penyakit penyebab kemati1 an kedua di dunia setelah penyakit jantung dan pembuluh darah (Tjay & Rahardja, 2007). Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita di berbagai belahan dunia. Kanker payudara banyak diderita kaum wanita di Indonesia setelah kanker leher rahim (Tjindarbumi & Mangunkusumo, 2002). Metode terapi yang lazim dilakukan selama ini untuk mengatasi kanker adalah pembedahan, radiasi dan kemoterapi (Nafrinaldi & Gan, 1995). Pembedahan umum1 nya tidak efektif lagi untuk sel yang telah mengalami metastasis, penyinaran seringkali tidak efektif dan tidak aman untuk sel1sel yang normal. Sedangkan penggunaan kemoterapi belum memberikan hasil yang optimal karena obat tersebut bekerja tidak spesifik sehingga perlu dikembangkan upaya penemuan obat baru dari alam (Pamilih, 2009; Tjay & Rahardja, 2007). Obat kanker umumnya merupakan obat hasil sintesis dengan harga relatif mahal dan memiliki efek samping. Sehingga kecen1 derungan masyarakat untuk kembali ke alam ( ) semakin tinggi dengan lebih memilih menggunakan obat1obatan tradisional. Salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa kimia aktif adalah pulai basung. Pulai basung merupakan spesies dari Apocynaceae dengan nama latin Bl Penelitian pada tanaman dengan tingkatan taksonomi yang sama, yaitu pada famili seperti dan (Guirimand et al., 2010) dan genus Alstonia ( dan ) menunjukkan potensi kandungan zat sitotoksik (Jagetia et al., 2005; Jossang et al., 1998). Penelitian tumbuhan ini pernah dilakukan di Universitas Riau ()*# +. Bagian tumbuhan yang diteliti tersebut adalah daun, kulit batang dan kulit akar. Hasil penelitian menyatakan bahwa daun, kulit batang dan kulit akar tumbuhan positif mengandung senyawa alkaloid (Rahmi, 1998; Teruna et al., 2011), pada kulit akar tumbuhan ditemukan alkaloid echitamine (Teruna , 2011), sedangkan pada daun tumbuhan ditemukan alkaloid vincamine (Teruna & Zamri, 2001). Senyawa vincamine ini telah pernah dilaporkan yang diisolasi dari tumbuhan genus , namun belum pernah dilaporkan dari genus .