149 Berita Biologi 11(2) - Agustus 2012 *Diterima: 6 Mei 2011- Disetujui: 10 Desember 2011 KEANEKARAGAMAN FLORA DI TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN, PROVINSI LAMPUNG* [Flora Diversity in Bukit Barisan Selatan National Park, Lampung Province] Deby Arifiani dan Ridha Mahyuni Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Jln Raya Jakarta-Bogor Km 46, Cibinong 16911; e-mail: debyarifiani@yahoo.com ABSTRACT Study on plant diversity by exploration and collection have been carried out at the Bukit Barisan Selatan National Park, Province of Lam- pung. The study sites was focused on secondary lowland forests of Way Canguk and Sukaraja Atas. The research was aimed to obtain floris- tic data from such areas that has never been recorded. Flora diversity in these areas is relatively high as represented by 183 plant species from 124 genera and 60 families. It is noted that 3 species are newly for Sumatran flora. Key words: Diversity, species, flora, Way Canguk, Lampung, Sumatra ABSTRAK Studi keanekaragaman tumbuhan dengan eksplorasi dan koleksi telah dilakukan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Provinsi Lam- pung. Lokasi penelitian difokuskan pada hutan dataran rendah sekunder Way Canguk dan Sukaraja Atas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi keanekaragaman flora dari kedua kawasan tersebut di mana data floristik kedua kawasan tersebut belum pernah direkam. Keanekaragaman flora di kawasan Way Canguk dan Sukaraja Atas relatif tinggi dengan diwakili oleh 183 jenis (spesies) tumbuhan dari 124 marga (genus) dan 60 suku (famili) tumbuhan. Selain itu, terdapat 3 jenis tumbuhan yang merupakan rekaman baru bagi flora Su- matra. Kata kunci: Keanekaragaman, jenis, flora, Way Canguk, Lampung, Sumatra PENDAHULUAN Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), merupakan rangkaian pegunungan Bukit Barisan Selatan, yang dikenal keberadaannya sebagai salah satu taman nasional dengan sisa ekosistem hu- tan dataran rendah yang cukup luas di Indonesia (Anonymous, 2008). Jenis tanah di sebagian besar kawasan TNBBS adalah podsolik merah kuning yang dikenal labil dan rawan erosi. Penelitian flora di Sumatra diawali dengan eksplorasi yang dilakukan oleh Miquel (Mabberley, Pannell dan Sing, 1995). Eksplorasi selanjutnya dila- kukan oleh van Steenis tahun 1933 dan 1945 dengan menjelajahi kawasan danau Ranau, Krui (termasuk G. Seminung dan Liwa dimana dilaporkan bahwa jenis-jenis tumbuhan di kawasan tersebut mempun- yai keanekaragaman yang tinggi (van Steenis, 1933; 1945). Uji et al. (1995) melakukan eksplorasi di ka- wasan TNBBS di bagian lain, yang termasuk wilayah Provinsi Bengkulu. Dilaporkan bahwa se- bagian kawasan taman nasional telah berubah fungsi menjadi hutan produksi. Kemungkinan besar bahwa keberadaan hutan primer telah terganggu dan berubah menjadi hutan sekunder. Penelitian keanekaragaman flora ini bertujuan untuk mengetahui kondisi hutan dan keanekaraga- man flora di bagian lain dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yaitu bagian Provinsi Lampung. Se- lain itu, untuk mengetahui perubahan pada kawasan ini sejak dijadikannya sebagian dari kawasan ini menjadi jalan lintas Sumatera, dimana sebagian ka- wasan menjadi lebih terbuka dan banyak dijadikan sebagai kebun oleh masyarakat setempat. Dalam penelitian flora kali ini, eksplorasi dan koleksi tumbuhan dipusatkan di kawasan Way Can- guk (Kabupaten Lampung Barat) dan desa Sukaraja Atas (Kabupaten Tanggamus), Provinsi Lampung. Vegetasi di kedua kawasan ini merupakan hutan pamah Dipterocarpaceae yang didominasi oleh jenis- jenis Dipterocarpus dan beberapa jenis lainnya (Anonymous, 2008). Pada tahun 1997, terjadi ke- bakaran hutan di kawasan Way Canguk hingga me- luas sampai ke Pemerihan yang menyebabkan keru- sakan hutan. Tujuan dari penelitian ini juga untuk menentukan keanekaragaman flora yang ada di kedua lokasi ini. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Journal Portal - Research Center for Biology - Indonesian Institute of Sciences (LIPI) /...