http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) (eISSN: 2614-8854) Volume 6, Nomor 11, November 2023 (8506-8513) 8506 Konten “Sri Mulyani Ungkap Harga BBM Bisa Lebih Mahal Jika Warga Tak Bayar Pajak” di Kanal YouTube Tribun Timur dalam Analisis Resepsi Masyarakat Ananta Bagasfalah 1 , Irwan Dwi Arianto 2 1,2 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia E-mail: anantabagas44@gmail.com Article Info Abstract Article History Received: 2023-09-17 Revised: 2023-10-23 Published: 2023-11-01 Keywords: Reception Analysis; Sri Mulyani; Tax Refusal. Currently, the development of the internet has been very rapid, and even the media has evolved significantly. Traditional media now operates at a much slower pace in delivering information and receiving feedback, while the internet has enabled quick information dissemination and feedback gathering. YouTube has become the largest video-sharing social media platform, and even mainstream media shares information on YouTube. Recently, a controversial video was published on the Tribun Timur YouTube channel, which featured Sri Mulyani's response to netizens refusing to pay taxes due to the Mario Dandy case. This research employs a qualitative research method and utilizes Stuart Hall's reception analysis theory. In Stuart Hall's reception analysis theory, the audience is categorized into three positions: dominant, oppositional, and negotiated. Data for this study were collected through interviews. The findings of this research reveal three dominant positions, where respondents agree with Sri Mulyani's narrative and consider refusing to pay taxes as a wrong action. Four respondents hold a negotiated position, agreeing with Sri Mulyani's narrative but also acknowledging government mistakes that have led to tax refusal. Additionally, the credibility of the narrative is questioned, and tax refusal is deemed acceptable due to the Mario Dandy case. One respondent holds an oppositional position, as Sri Mulyani's narrative presents challenges and new issues, making tax refusal an understandable response in light of the Mario Dandy case. Artikel Info Abstrak Sejarah Artikel Diterima: 2023-09-17 Direvisi: 2023-10-23 Dipublikasi: 2023-11-01 Kata kunci: Analisis Resepsi; Sri Mulyani; Menolak Membayar Pajak. Saat ini perkembangan internet sudah sangat pesat, bahkan media pun berkembang dengan sangat jauh. Bahkan saat ini media konvensional berjalan dengan sangat lambat dalam menyampaikan informasi dan mendapatkan umpan balik, namun saat ini dapat menyampaikan informasi dan mendapatkan umpan balik dengan waktu yang singkat akibat perkembangan internet. YouTube menjadi media sosial berbasis membagikan video terbesar, bahkan media massa membagikan membagikan informasi di media YouTube. Dan beberapa waktu terakhir terdapat video yang menuai kontroversi yang dipublikasikan di kanal YouTube Tribun Timur. Video tersebut menginformasikan tanggapan Sri Mulyani pada netizen yang tidak mau membayar pajak akibat dari kasus Mario Dandy. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan teori analisis resepsi Stuart Hall. Dalam teori analisis resepsi Stuart Hall, Stuart Hall mengkategorikan khalayak ke 3 posisi, yaitu dominant, oppositional, dan negotiated. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian ini adalah 3 posisi dominan, setuju dengan narasi Sri Mulyani dan penolakan membayar pajak adalah hal yang salah. 4 informan posisi negosiasi, setuju dengan narasi Sri Mulyani namun terdapat kesalahan dari pemerintah yang akibatnya terjadi penolakan membayar pajak. Selain itu kredibilitas dari narasi dipertanyakan dan penolakan adalah hal yang wajar karena kasus Mario Dandy. 1 informan posisi oposisi, karena narasi Sri Mulyani memberikan tantangan dan permasalahan baru, penolakan yang terjadi adalah hal yang wajar karena adanya kasus Mario Dandy. I. PENDAHULUAN Media tidak pernah lepas dari pemberitaan di era digital saat ini. Media hadir untuk bertukar dan penyebaran informasi yang tak terbatas. Hal ini terbukti dengan banyaknya media yang lahir seperti majalah, koran, dan lain sebagainya. Tak hanya berbentuk cetak, tetapi media juga memiliki banyak ragamnya seperti berupa visual, audio, dan audiovisual. Namun, media tersebut masih secara konvensional, sehingga audience menjadi pasif yang hanya berjalan secara satu arah. Internet adalah yang menghubungkan seluruh komputer di seluruh dunia yang meskipun