JURNAL TABGHA Volume 4 No.1 April 2023 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 36 PEMULIHAN PONDOK DAUD DALAM KISAH PARA RASUL George Rudi Hartono Pasaribu 1 , Steven 2 , Andreas Eko Nugroho 3 george@st3b.ac.id 1 , steven@st3b.ac.id 2 , andreasnugroho68@gmail.com 3 Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam 1 2 Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way 3 Abstract The Tabernacle of David is the name given to the tent that King David erected on Mount Zion in Jerusalem as a place to place the Ark of the Covenant. It became the center of a new order of joyful worship in stark contrast to the solemn worship at the Tabernacle of Moses. Instead of animal sacrifices, the sacrifices offered at the Tabernacle of David were sacrifices of praise, joy, and thanksgiving (Psalm 95:2,100:4, 141:2). The Tabernacle of David is a type of Church worship. Jesus fulfilled the Old Testament sacrificial system by His death on the cross (Hebrews 1:3, 7:27, 9:12, 9:24-28). The sacrifice of the Church, the New Testament priesthood, is a sacrifice of praise, joy and thanksgiving (Hebrews 13:15, 1 Peter 2:9). This article parses the words of James at the Church Council in Jerusalem in Acts 15:13-18; To show that the salvation of the Gentiles was a fulfillment of Old Testament prophecy, and that they lived during the restoration of the Tabernacle of David. The Apostles knew that the Church was the restored Tabernacle of David, the place where Christ was worshiped, spoke prophetically and walked in His authority. The result of the Church flowing in “School of David” worship, prophecy and authority is a great harvest of souls. Keywords: Restoration, Tabernacle of David, Praise, Worship, Church Abstrak Pondok Daud adalah nama yang diberikan untuk tenda yang didirikan Raja Daud di Gunung Sion di Yerusalem sebagai tempat untuk menaruh Tabut Perjanjian. Tempat itu menjadi pusat tatanan baru ibadah yang penuh sukacita dan sangat kontras jika di bandingkan dengan ibadah yang khusyuk di Tabernakel Musa. Alih-alih korban hewan, korban yang dipersembahkan di Kemah Daud adalah korban pujian, sukacita, dan ucapan syukur (Mazmur 95:2,100:4, 141:2). Pondok Daud adalah tipe penyembahan Gereja. Yesus menggenapi sistem pengorbanan Perjanjian Lama dengan kematian-Nya di kayu salib (Ibrani 1:3, 7:27, 9:12, 9:24-28). Pengorbanan Gereja, imamat Perjanjian Baru, adalah pengurbanan pujian, sukacita dan ucapan syukur (Ibrani 13:15, 1 Petrus 2:9). Tulisan ini adalah pandangan luas dari ungkapan Yakobus pada Sidang Gereja di Yerusalem pada Kisah Para Rasul 15:13-18; Untuk menunjukkan bahwa keselamatan bangsa-bangsa bukan Yahudi merupakan penggenapan nubuat Perjanjian Lama, dan bahwa mereka hidup pada masa pemulihan Pondok Daud. Para Rasul tahu bahwa Gereja adalah Pondok Daud yang dipulihkan, tempat di mana Kristus disembah, berbicara secara profetik dan berjalan dalam otoritas-Nya. Hasil dari Gereja yang mengalir dalam penyembahan “Pondok Daud”, nubuatan dan otoritas adalah penuaian jiwa yang besar. Kata Kunci: Pemulihan, Pondok Daud, Pujian, Penyembahan, Gereja PENGATAR KITA PARA RASUL Kitab Kisah Para Rasul, seperti halnya Injil yang ditulis oleh Lukas, dialamatkan juga kepada seorang yang disebut Teofilus (Kisah. 1:1). Sekalipun dalam kitab ini nama pengarangnya tidak disebutkan dengan jelas, baik dalam Injil Lukas maupun Kisah Para Rasul, tetapi kesaksian kekristenan mula-mula dengan suara yang bulat, serta bukti-bukti sahih yang mendukung dari kedua kitab ini menunjuk kepada satu orang penulis, yaitu Lukas yang disebut juga seoarang tabib yang kekasih (Kol. 4:14). Roh Kudus telah mendorong Lukas untuk menulis kepada Teofilus untuk mengisi keperluan pemberitaan Injil bagi gereja dan orang Kristen bukan Yahudi, Lukas secara cermat menjelaskan sebuah kisah yang lengkap mengenai awal kekristenan dan awal perkembangannya; Di dalam buku yang pertama Lukas menuliskan tentang kehidupan Yesus, dan pada buku yang kemudian ialah laporannya dalam Kisah Para Rasul tentang pencurahan Roh Kudus di Yerusalem serta perkembangan gereja yang berikutnya. Jelas Lukas adalah seorang penulis yang unggul, sejarawan yang cermat dan seorang teolog yang diilhami. (Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) n.d.) Kitab Kisah Para Rasul secara selektif meliput tiga puluh tahun pertama dalam sejarah gereja. Sebagai sejarawan gereja, Lukas menelusuri penyebaran Injil dari Yerusalem hingga ke Roma sambil menyebutkan sekitar 32 negara, 54 kota dan 9 pulau di Laut Tengah, 95 orang yang berbeda