149 MITOS-MITOS BERBASIS SUNGAI DALAM CERITA RAKYAT DI KALIMANTAN SELATAN (Associated with River Myths in The South Kalimantan Folklore) Agus Yulianto Balai Bahasa Kalimantan Selatan Jalan A. Yani, Km 32,2 Banjarbaru, Kalimantan Selatan Pos-el: agusb.indo@gmail.com (Diterima: 30 Maret 2017; Direvisi: 31 Maret 2017; Disetujui: 5 Juni 2017) Abstract For the people of South Kalimantan, river-based myths provide awareness to make friends with rivers. The aim of this study was to understand the form of myths found in the South Kalimantan’s folklor and itsmeaning which dealing with river. The problem in this research is how is the form and what is the meaning of those folklores. This study used a qualitative descriptive method with literature review. Based on theanalysisresults , the form of myths in the South Kalimantan folklore related with the emergence of figures and the presence of certain animals, while the meaning of the myths related with the presence of figures in the myths itself. Keywords: myths, folklore, South Kalimantan Abstrak Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, mitos berbasis sungai memberikan kesadaran untuk bersahabat dengan sungai. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui wujud mitos-mitos berbasis sungai yang terdapat dalam cerita rakyat Kalimantan Selatan serta makna yang terkandung dalam mitos- mitos berbasis sungai tersebut. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana wujud mitos-mitos berbasis sungai yang terdapat dalam cerita rakyat Kalimantan Selatan dan apa makna yang terkandung dalam mitos-mitos berbasis sungai tersebut. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik kajian pustaka.Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa wujud mitos-mitos dalam cerita rakyat Kalimantan selatan dapat berupa kelahiran tokoh dan keberadaan binatang tertentu serta makna- makna mitos berkaitan dengan keberadaan tokoh-tokoh mitos tersebut. Kata-kata kunci: mitos, cerita rakyat, Kalimantan Selatan PENDAHULUAN Kalimantan Selatan adalah sebuah provinsi yang memiliki begitu banyak sungai dalam wilayah teritorinya. Oleh sebab itu, tidak heran bila Kota Banjarmasin sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan mendapat julukan “Kota Seribu Sungai.” Kehidupan sungai telah menjadi bagian integral dari masyarakat Kalimantan Selatan. Dahulu keberadaan sungai bahkan telah menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat di Kalimantan Selatan. Baik sebagai sarana transportasi, ekonomi, sosial dan budaya. Oleh sebab itu tidak heran bila banyak cerita-cerita rakyat yang lahir di Kalimantan Selatan menjadikan sungai sebagai basis penceritaan. Banyak bagian dari alur dan latar dalam cerita rakyat di Kalimantan Selatan yang menjadikan sungai sebagai basisnya. Kisah-kisah mitos berbasis sungai yang ada dalam cerita-cerita rakyat di Kalimantan Selatan secara langsung atau pun tidak langsung mengajak para pembacanya untuk merawat dan melestarikan keberadaan sungai yang menjadi nadi penting bagi kehidupan masyarakat itu sendiri. Sungai-sungai yang dahulu lebar dan dalam lambat laun mengalami pendangkalan dan menjadi TOTOBUANG Volume 5 Nomor 1, Juni 2017 Halaman 149—161