Window of Public Health Journal,Vol. 01 No. 02 (Juni, 2020) : 48-58 ARTIKEL RISET URL artikel: http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/woph0003 PEMBENTUKAN KONSEP DIRI REMAJA (STUDI PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA) KOTA MAKASSAR TAHUN 2020 K Reina Renita Irawan 1 , Andi Asrina 2 , Yusriani 3 1 Promosi Kesehatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia 2,3 Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia Email Penulis Korespondensi( k ): reinarenita154@yahoo.com reinarenita154@gmail.com 1 , rinatibrisi@yahoo.com 2 , yusriani83@rocketmail.com 3 (081293355501) ABSTRAK Persepsi anak, perceraian dianggap sebagai sebuah mimpi buruk karena mereka menganggap bahwa perceraian yang dialami oleh orang tuanya merupakan sebuah tanda kematian bagi keutuhan keluarganya dengan konsekuaensi yakni menerima kesedihan dan perasaan kehilangan yang mendalam akibat perceraian yang dialami oleh orang tua mereka. Angka perceraian di Kota Makassar setiap tahun semakin meningkat. Selama tahun 2019 dan mengalami peningkatan sekitar 25% dari tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendaptkan dan mengkaji secara mendalam mengenai Pembentukan Konsep Diri Remaja (Studi Pada Remaja Korban Perceraian Orang Tua) di kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pedekatan penelitian quasi kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bermaksud untuk mengeksplorasi mengenai pembentukan konsep diri remaja melalui observasi, indepth interview kepada 7 informan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dampak perceraian orang tua terhadap remaja berpengaruh dalam pembentukan konsep diri yang dapat dilihat dari hasil penelitian oleh tiga informan yang mengalami perubahan sikap terhadap lingkungan dan orang tuanya (significan others) akibat dari perceraian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang-orang terdekat (significan others) terutama orang tua merupakan komponen pengasuhan yang lengkap, apabila kurangnya salah satu dari komponen ini akan menjadi individu yang cenderung tidak menerima sosok ayah atau ibu. Hal ini juga dapat berpengaruh dalam konsep diri remaja. Di harapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain mengenai pembentukan konsep diri. Kata kunci : Konsep Diri; Remaja; Perceraian Orang Tua PUBLISHED BY : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Address : Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan. Email : jurnal.woph@umi.ac.id Phone : +62 853 9504 1141 Article history : Received 03 June 2020 Received in revised form 09 June 2020 Accepted 09 June 2020 Available online 25 Juni 2020 licensedbyCreativeCommonsAttribution-ShareAlike4.0InternationalLicense. Penerbit :Pusat Kajian Dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI 48