Sebuah Literature Review Terhadap Penelitian Manajemen Dana dan Rasio Keuangan di Baitul Mal wat-Tamwil Fitria Novi Yana 1 , Iksan 2 , Ira Swara 3 , Muhammad Riski Saputra 4 , Noor Hafifah 5 , Nurul Aini 6 , Rika 7 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Antasari Banjarmasin Abstract The researchers realized that it was very important to reflect and develop research on fund management and financial ratios as very little research was conducted related to these topics in Indonesia. Researchers reviewed 7 journals related to fund management and financial ratios indexed in Google Scholar. Researchers aim to determine the financial ratio and fund management in BMT. Each previous study had different results depending on what topic was studied. From the results of the study showed that there were dominant characteristics in previous research, there were some shortcomings in previous research, and there were differences in the results of previous research. Keywords: Financial ratios, fund management, financial performance, capital PENDAHULUAN Rasio keuangan adalah alat untuk menganalisis kinerja perusahaan yang memperhitungkan berbagai hubungan keuangan, perubahan kondisi keuangan masa lalu, dan indikator keberhasilan operasional, serta menjelaskan trend pola perubahan untuk memberikan informasi terkait tersebut. Rasio ini bertujuan untuk menyoroti risiko dan peluang perusahaan yang terkena dampak. Jenis rasio keuangan adalah rasio likuiditas, solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas (Tyas, 2020). Sumber pendanaan BMT pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian: dana sendiri (modal), dana sekunder (pinjaman dari pihak luar), dan dana pihak ketiga (simpanan atau tabungan). Dana BMT digunakan untuk keperluan operasional,hal tersebut dapat membuat berkembangnya BMT dan sebaliknya apabila tidak digunakan semestinya (Ajmhal, 2021). Oleh karena itu, BMT wajib menyusun strategi penggunaan dana yang dihimpun sesuai dengan rencana alokasi berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan. Penggunaan dana BMT dibedakan menjadi penggunaan produktif, penggunaan non produktif, dana bina kelompok dan lingkungan hidup, serta dana manajemen risiko (Estyanti, 2021).