Abdimas Universal 3 (1), (2021), 1-7 ABDIMAS UNIVERSAL http://abdimasuniversal.uniba-bpn.ac.id/index.php/abdimasuniversal DOI: https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v3i1.86 Received: 12-10-2020 Accepted: 26-4-2021 Volume 3, Nomor 1, 2021 1 | Page ISSN 2657-1439 (Print), ISSN 2684-7043 (Online) Pendidikan Kesehatan tentang Personal Hygiene dan Pemeriksaan Kecacingan pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Anugerah, Colomadu, Karanganyar Betty Saptiwi 1* ; Risya Cilmiaty, AR 2 ; Widia Susanti 3 ; Paramasari Dirgahayu 4 ; Adi Prayitno 5 ; Sutartinah 6 ; Pradipto Subiyantoro 7 1* Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta Jl. Ir. Sutami No. 36 A, Jebres, Surakarta 1* Bettysaptiwi@gmail.com Abstrak Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SLB Anugerah, Colomadu, Karanganyar Jawa Tengah memiliki personal hygiene yang kurang berdasarkan survey yang dilakukan pada 21 ABK di SLB Anugerah, Colomadu. Dari hasil wawancara dengan guru, belum pernah ada pendidikan kesehatan tentang personal hygiene dan belum pernah ada pemeriksaan kecacingan pada ABK di SLB Anugerah, Colomadu, Karanganyar. Oleh karena itu perlu upaya memperbaikinya. Tujuan dari kegiatan ini adalah melaksanakan salah satu komponen Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Selain itu pengabdian ini juga bermanfaat untuk mencegah gangguan kesehatan umum siswa ABK di SLB Anugerah, Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Metode pengabdian yaitu dengan pemeriksaan kesehatan mata, telinga, hidung, kulit, pengambilan sampel anal swab, memberi pemahaman dan contoh kepada tiap siswa setelah diperiksa tentang pemeliharaan kebersihan diri yang benar. Sasaran yang diperiksa berjumlah 21 orang. Hasil pengabdian menunjukkan 21 siswa memiliki hasil negatif pada pemeriksaan kecacingan, 13 siswa (61,9%) memiliki serumen di telinga, 2 siswa (9,5%) tampak adanya hiperemis dan oedem pada hidung. Sementara untuk pemeriksaan lain sudah dalam kondisi baik. Hasil yang negatif pada pemeriksaan kecacingan, masih perlu dilanjutkan dengan pemeriksan sampel feses untuk mendeteksi jenis cacing lain yang tidak bisa dideteksi dengan anal swab dan juga ditambah dengan pengambilan sampel kuku karena pada sampel kuku bisa ditemukan adanya telur cacing. Kata Kunci: ABK, Pendidikan Kesehatan Gigi dan Mulut, Pemeriksaan Kecacingan Abstract Children with Special Needs (ABK) at SLB Anugerah, Colomadu, Karanganyar, Central Java have less personal hygiene based on a survey conducted on 21 children with special needs at Anugerah SLB, Colomadu. From the results of interviews with teachers, there has never been any health education on personal hygiene and there has never been a worm examination for ABK at SLB Anugerah, Colomadu, Karanganyar. Therefore we need efforts to fix it. The purpose of this activity is to carry out one of the components of the Tri Dharma of Higher Education, namely community service. In addition, it is also useful for preventing general health problems for ABK students at SLB Anugerah, Colomadu, Karanganyar Regency. The service method is by examining the health of the eyes, ears, nose, skin, taking anal swab samples, giving understanding and examples to each student after maintaining proper personal hygiene. The target that can be said is 21 people. The results of the dedication showed that 21 students had negative results on the deworming examination, 13 students (61.9%) had ear wax, 2 students (9.5%) showed hyperemia and edema on the nose. Meanwhile, the other examinations are in good condition. A negative result on a worm examination still needs to be checked with a sample examination to treat other types of worms that cannot be detected by anal examination and also with nail sampling because the nail samples can be found with worm eggs. Keywords: ABK, Oral and Dental Health Education, Wormy Checkup 1. Pendahuluan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak yang membutuhkan penanganan dan dukungan khusus karena gangguan perkembangan dan kelainan yang dialami. ABK adalah anak-anak yang memiliki keterbatasan kemampuan maupun psikologis, seperti: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, anak dengan kesulitan belajar, gangguan prilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. Secara umum, ABK memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya, namun tidak selalu menunukkan ketidakmampuan mental (Desiningrum, 2016). ABK semestinya mendapatkan perhatian khusus dalam hal kesehatan pada umumnya dan kesehatan gigi dan mulut pada khususnya dikarenakan kemungkinan adanya karakteristik dan hambatan yang dimiliki. Perhatian dapat diberikan oleh guru di sekolah maupun orang tua di rumah ataupun dari kader kesehatan yang terlatih (Andayani, 2016).