634 Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing Berdasarkan Hasil Penelitian pada Materi Sistem Reproduksi Nosi Qadariah 1 , Sri Rahayu Lestari 1 , Fatchur Rohman 1 1 Pendidikan Biologi-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 03-05-2019 Disetujui: 26-05-2019 Abstrack: One of the causes of student’s low understanding of reproductive system material is that there are no learning resources available. This research was aimed to produce guided inquiry based module based on the results of research that is valid and practical. ADDIE (Analyze, design, develop, implement, and evaluate) developing model is used in this research. Qualitative and quantitative data are used in the study. The resulting module is very valid and very practical with the validation value by material 92,43%, media 92,43%, field practitioners 95,7%, and practicality 91,3%. Abstrak: Salah satu penyebab rendahnya pemahaman mahasiswa tentang materi sistem reproduksi yaitu tidak tersedia sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul berbasis inkuiri terbimbing berdasarkan hasil penelitian pada materi sistem reproduksi yang valid dan praktis. ADDIE (analyze, design, develop, implement, and evaluate) adalah model pengembangan yang digunakan pada penelitian. Data kualitatif dan kuantitatif digunakan pada penelitian. Modul dikategorikan sangat valid dan sangat praktis dengan nilai validasi materi 94,84%, media 92,43%, praktisi lapangan 95,7%, dan kepraktisan 91,3%. Kata kunci: guided inquiry; research result; reproduction system; inkuiri terbimbing; hasil penelitian; sistem reproduksi Alamat Korespondensi: Nosi Qadariah Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: nosiqadariah1201355@gmail.com Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan acuan pelaksanaan pembelajaran di Indonesia. Salah satu universitas mengacu pada penerapan KKNI yaitu IKIP Budi Utomo Malang. Adapun poin-poin penting yang tergolong dalam KKNI level 6, yakni dapat mengaplikasi, mengkaji, dan pemanfaatan IPTEKS dalam menyelesaikan masalah merupakan kualifikasi diarahakan harus dimiliki oleh mahasiswa program sarjana IKIP Budi Utomo Malang (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, 2015). Perumusan capaian pembelajaran semua matakuliah merupakan upaya mencapai kualifikasi level 6 KKNI. Matakuliah yang terindikasi sulit oleh mahasiswa yaitu fisiologi hewan. Pembelajaran fisiologi hewan dilaksanakan melalui kombinasi diskusi kelompok kecil, demontrasi kelas, tugas mandiri, latihan, dan praktikum (Rencana Pembelajaran Semester Fisiologi Hewan IKIP Budi Utomo Malang, 2018). Namun, pelaksaanaan dalam proses pembelajaran belum sepenuhnya menerapkan metode pembelajaran terdapat di dalam RPS fisiologi hewan. Hasil angket analisis kebutuhan bulan Mei 2018 pada dosen dan 87,9% mahasiswa menunjukkan pembelajaran secara dominan dilakukan dengan presentasi dan diskusi. Pembelajaran dengan metode ini belum mampu membuat mahasiswa dapat menguasai konsep yang dipelajari. Observasi dilakukan pada materi dalam pembelajaran fisiologi hewan. Materi sistem reproduksi dianggap sulit oleh dosen dan mahasiswa. Secara dominan materi sistem reproduksi pada matakuliah fisiologi hewan berupa sistem reproduksi manusia. Alasan kesulitan pada materi sistem reproduksi manusia yaitu bersifat abstrak dan kompleks (25% mahasiswa), konsep bersifat pemahaman (20,8% mahasiswa), sulit dilakukan aplikasi pada kehidupan nyata (12,5% mahasiswa), dan kurang ketersediaan sumber belajar (37,5%). Pembelajaran materi sistem reproduksi manusia menuntut mahasiswa mampu memahami organ reproduksi, menjelaskan mekanisme fisiologi reproduksi, proses fertilisasi, kehamilan, dan persalinan. Pembelajaran aktif dan kreatif melibatkan mahasiswa selama proses pembelajaran adalah solusi untuk dapat mengatasi kesulitan pada materi sistem reproduksi. Pembelajaran yang sesuai yaitu model pembelajaran inkuiri terbimbing dilengkapi hasil penelitian. Pembelajaran menekankan pada proses berpikir secara kreatif (Llewellyn, 2013) dan analitis (Andika, Suadnyana, & Zulaikha, 2014; Llewellyn, 2013) untuk mencari (Windschitl, 2018) dan mendapatkan sendiri jawaban (Learning Emergence, 2012) dari permasalahan melalui metode dan sikap ilmiah (Heri, 2014; Peffer, Beckler, Schunn, Renken, & Revak, 2015) merupakan definisi dari sebuah pembalajaran dengan menerapkan model inkuiri terbimbing. Hasil penelitian akan melengkapi model pembelajaran inkuiri terbimbing. Kelebihan hasil penelitian yang digunakan dalam pembelajaran yaitu sebagai penghubung antara penelitian eksperimental dengan praktik pendidikan di Universitas (Oktavia, Sumitro, & Lestari, 2015), Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 4 Nomor: 5 Bulan Mei Tahun 2019 Halaman: 634—639 67