MACHINERY JURNAL TEKNOLOGI TERAPAN
VOL.4 NO.1, FEBRUARI 2023
ISSN : 2723-3359 (Print)
ISSN : 2776-673X (Online)
1
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR MAGNESIUM TERHADAP
KUAT LENGKUNG PADA MATERIAL ALUMINIUM
Farhan Ikbar
1)*
, Muhammad Rasid
2)
, Ella Sundari
2)
1)
Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, , Politeknik Negeri Sriwijaya
2)
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Sriwijaya Jln. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139
*
email korespondensi: farhanikbar653@gmail.com
INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK
Received:
09/09/22
Accepted:
12/10/22
Online-Published:
28/02/23
© 2021 The Authors. Published by
Machinery: Jurnal Teknologi Terapan
doi:
doi.org/10.5281/zenodo.7684050
Handle rem adalah salah satu komponen untuk menahan laju gerak
kendaraan dengan menahan mekanisme jepitan, permasalahan yang
ada pada handle rem ketika ada benturan keras. Handle biasanya dibuat
dengan bahan logam aluminium, agar aluminium mempunyai sifat sifat
tertentu pada penelitian ini dipadukan unsur magnesium dengan variasi
1%, 3%, dan 5%. Unsur kimia magnesium adalah yang paling ringan di
antara logam industri. Magnesium menguntungkan sebagai bahan
paduan karena rendahnya kepadatan dan kekuatan yang dimiliki.
Paduan yang dipakai adalah dengan proses pengecoran logam
menggunakan metode sand casting. Setelah memadukan aluminium dan
magnesium di uji bending untuk mendapatkan kuat lengkung yang
diterima. Nilai persentase magnesium memberikan pengaruh yang
signifikan dengan perbandingan Fhitung > Ftabel nilai 72,29 > f0,0001(2;9)=
4,26. Faktor persentase yang didapatkan adalah 87% dan Nilai
maksimum nya 38,08 kg/mm
2
dan nilai minimum 30,46 kg/mm
2
.
Kata Kunci : Aluminium, Magnesium, Sand Casting, Handle rem,
Bending test
ABSTRACT
The brake handle is one of the components to restrain the vehicle's
movement rate by holding the clamp mechanism, the problem that exists
in the brake handle when there is a hard impact. Handles are usually
made with aluminum metal material, so that aluminum has certain
properties in this study combined with magnesium elements with
variations of 1%, 3%, and 5%. Magnesium is the lightest chemical
element among other industrial metals. The low density value and
strength of magnesium is an advantage of this element as an alloy. The
alloy used is a metal casting process using the sand casting method.
After combining aluminum and magnesium in a bending test to get an
acceptable bending strength. The percentage value of magnesium has a
significant effect with a comparison of Fcount > Ftable value 72.29 >
f0.0001(2;9) = 4.26. The percentage factor obtained is 87% and the
maximum value is 38.08 kg/mm
2
and the minimum value is 30.46
kg/mm
2
.
Keywords : Aluminium, Magnesium, Sand Casting, Handle rem,
Bending test
1 PENDAHULUAN
Pengecoran (casting) logam memerlukan penuangan logam cair ke dalam ruang cetakan yang
menyerupai bentuk asli produk. Proses industri pengecoran melibatkan logam cair dan cetakan. Untuk
membentuk logam menjadi bentuk akhirnya, prosedur pengecoran digunakan. Aluminium merupakan logam
non-ferrous yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini karena dianggap sebagai salah
satu elemen yang paling efisien dan efektif untuk memenuhi tuntutan mereka. Selain itu, aluminium digunakan
untuk membuat pesawat terbang, mobil, kapal, dan lain-lain (Surdia dan Saito, 1999). Pemanfaatan paduan