262 PENGARUH PERMAINAN DADU TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN ANAK TUNAGRAHITA KELAS I SLB Rahmalia Yunita Wardani Tomas Iriyanto Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang E-mail:rahmaliayunita11@gmail.com Abstract: This study aimed at implementing a game namely dice game to overcome problem of summing numbers which happened to intelectual disability students.This study used experimental design with Single Subject Research (SSR) technique. There are three phases use in this study: baseline-1 (A1) phase, intervention phase (B) and baseline-2 phase (A2). In percentage, there was no signifcant changed in baseline-1 phase (A1) in which the value was 58% to 58%. However, the student mark increased in intervention phase (B) in which the value was 86% to 88%. Then, the percentage in baseline-2 (A2) was 78% to 76%. The overlap percentage was 0% which meant the intervention in the form of dice game had a positive effect on the addition ability of intelectual disability students. It could be conclude that the dice game affectsumming numbers ability of student with intellectual disability of grade I in Arya Satya Hati Pasuruan. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sebuah permainan dadu yang dapat mengatasi permasalahan berhitung penjumlahan pada anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk Single Subject Research (SSR). Terdapat tiga fase dalam penelitian ini, yaitu fase baseline-1 (A1), intervensi (B), baseline-2 (A2). Kemampuan berhitung penjumlahan anak dalam jenis ukuran persentase memperoleh nilai yang cenderung tidak ada perubahan pada fase baseline-1 (A1), yakni 58% ke 58%. Nilai siswa meningkat pada fase intervensi (B), yakni 86% ke 88%. Kemudian, nilai siswa menurun pada fase baseline-2 (A2), yakni 78% ke 76%. Persentase overlap memperoleh hasil 0% yang menunjukkan bahwa intervensi berupa permainan dadu memiliki pengaruh yang baik terhadap kemampuan berhitung penjumlahan anak tunagrahita. Disimpulkan bahwa permainan dadu dapat berpengaruh pada kemampuan berhitung penjumlahan anak tunagrahita kelas I SLB Arya Satya Hati Pasuruan. Kata kunci: kemampuan berhitung penjumlahan, permainan dadu, tunagrahita Kemampuan akal dan pikiran itu salah satunya adalah kemampuan kognitif yang diperlukan untuk pengembangan pengetahuan yang diperoleh dari melihat, mendengar, merasa, meraba, ataupun mencium melalui panca indra yang dimilikinya. Manakala kemampuan kognitif ini tidak berjalan dengan baik atau tidak diasah secara maksimal, manusia tidak dapat memperoleh informasi dengan baik dan berdampak pada tingkat kecerdasannya. Pada dasarnya, tingkat kecerdasan anak pada umumnya ada anak normal atau rata-rata, ada anak dibawah normal atau dibawah rata-rata, dan ada anak diatas normal atau di atas rata- rata. Menurut Hallahan & Kauffman (dalam Mangunsong, 1998:102) menjelaskan bahwa “keterbelakangan mental menunjukkan adanya keterbelakangan dalam fungsi, yang menyangkut fungsi intelektual di bawah rata-rata, dimana berkaitan dengan keterbatasan pada dua atau lebih dari keterampilan adaptif seperti komunikasi, merawat diri, keterampilan sosial, kesehatan dan keamanan, fungsi akademis, waktu luang, dan lain- lain. Keadaan ini tampak sebelum usia 18 tahun”. Oleh karena itu, anak tunagrahita memerlukan pendidikan yang layak seperti anak normal pada umumnya tanpa terkecuali. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada guru yang dilakukan di kelas I SLB Arya Satya Hati Pasuruan, diduga ada seorang siswa yang mengalami kesulitan dalam berhitung penjumlahan mulai angka 1-6 yang berinisial SAM, berjenis kelamin laki-laki, berusia 7 tahun. Dengan demikian, dilakukan assesmen untuk mengetahui kemampuan subjek lebih mendalam yakni meliputi mengucapkan lambang bilangan 1 sampai 10, menuliskan lambang bilangan 1 sampai 10, dan menjumlahkan brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang