J. Sains MIPA, Agustus 2007, Vol. 13, No. 2, Hal.: 106 - 112 ISSN 1978-1873 2007 FMIPA Universitas Lampung 106 IDENTIFIKASI ZONA PERUBAHAN MASSA BAWAH PERMUKAAN DAN SUBSIDENCE DENGAN METODE GAYABERATMIKRO 4D, GRADIEN-VERTIKAL GAYABERATMIKRO DAN INVERSI LINIER STUDI KASUS: LAPANGAN PANASBUMI KAMOJANG A. Zaenudin 1,2* , WGA. Kadir 1 , D. Santoso 1 , I.B. Raharjo 3 1 Teknik Geofisika, ITB, 2 Fisika FMIPA, Universitas Lampung, 3 Geothermal-Pertamina Alamat surat menurat: zae_unila@yahoo.com Diterima 8 Februari 2007, disetujui untuk diterbitkan 23 November 2007 ABSTRACT The major causes of gravity change are mass change in reservoir (subsurface) and vertical ground movement (subsidence). While the observed gravity change, called as time-lapse microgravity anomaly, is as superposition of all the causes, hence how to identify each source is very important because some of causes could have similar response. As example is increase of subsurface density (mass) and subsidence. In order to minimize this uncertainty, time-lapse vertical gradient microgravity associated with its time-lapse microgravity is analyzed. Microgravity and vertical-gradient measurement has been conducted at 87 stations which distributed in geothermal field of Kamojang and analyzed to identify subsurface source. The time-lapse microgravity anomaly of June-November 2006 period showed the anomaly value in the range of -240 to 120 microgal and vertical-gradient in the range of -200 to 240 microgal. The time-lapse microgravity anomaly of June-November 2006 period showed the anomaly value in range of -240 to 120 microGal that relate with the existence of density change in the range of -0.25 to 0.3 g/cc . This density contrast could be used as a representation of not only for fluid and pressure increase for positive density contras but also fluid and pressure decrease for negative density contrast. Keywords: microgravity, vertical-gradient, density. 1. PENDAHULUAN Secara umum diketahui bahwa anomali gayaberat yang terukur dipermukaan adalah superposisi semua sumber anomali, akibat perubahan bawah permukaan dan dipermukaan itu sendiri. Pengurangan massa bawah permukaan sebagai refresentasi perubahan rapat- massa negatif akan terukur sebagai perubahan gayaberat negatif, sebaliknya penambahan massa yang berasosiasi perubahan rapat-massa positif akan terukur sebagai perubahan gayaberat positif yang terukur dipermukaan. Perubahan permukaan berhubungan dengan perubahan elevasi, yaitu perubahan vertikal permukaan tanah (subsidence) akan terukur juga sebagai anomali gayaberat positif. Mengetahui hubungan, jenis dan bagian-bagian dari anomali tersebut adalah penting dalam interpretasi. Untuk kepentingan tersebut pada tulisan ini akan diaplikasikan untuk analisa zonasi perubahan massa dan penambahan massa bawah permukaan dan subsidence pada lapangan panasbumi Kamojang berdasarkan anomali gayaberat time-lapse dan gradien-vertikalnya. Dalam indentifikasi perubahan massa dan perubahan sifat fisika bawah permukaan, penerapan metode gayaberat telah digunakan pada daerah panasbumi 1-4) , ladang minyak dan gas 5-7) , dan hidrologi 8,9) . Pada lapangan panasbumi, ekstraksi fluida (uap panas) yang terus-menerus akan menyebabkan terjadinya pengurangan massa dari reservoir. Pengurangan massa ini dapat dikompensasi oleh pengisian kembali (recharge) baik secara alami maupun secara buatan melalui proses reinjeksi. Recharge buatan ini dilakukan dengan cara menginjeksikan air sisa ektraksi uap melalui sumur-sumur reinjeksi. Namun jumlah produksi biasanya lebih besar dari reinjeksi, sehingga diperlukan pemantauan yang kontinu untuk menjaga kesetimbangan massa pada reservoir. Perubahan gayaberat akibat pengurangan massa ini sangat kecil sehingga diperlukan metode gayaberatmikro untuk pemantauannya 4) . Metode gayaberatmikro memiliki prinsip yang sama dengan metode gayaberat biasa, namun orde magnitudonya 10 100 kali lebih kecil daripada metode gayaberat yang biasa digunakan dalam survey geofisika. Pemantauan perubahan massa pada reservoar dengan metode gayaberatmikro harus dilakukan secara berkesinambungan dengan perioda tertentu 3) . Kelebihan metode gayaberatmikro selain dapat menduga arah pergerakan fluida juga dapat menduga jumlah pengurangan massa akibat produksi dan reinjeksi yang tidak bisa dideteksi dengan metode monitoring lainnya, seperti perunut isotop dan mikro seismik (MEQ).